- Twitter.com/@MDMCIndonesia
"Kita juga bantu Rohingnya dalam dua tahun terakhir ini. Bangladesh dan Myanmar juga masih terus berlangsung," lanjut Rahmawati.
Soal anggaran untuk membantu bencana, MDMC mendapatkan dana dari penggalangan yang diakomodir Lazismu --lembaga zakat infak dan sedekah bentukan Muhammadiyah.
Untuk gempa Lombok saja, MDMC sudah mengucurkan dana sekira Rp14 miliar yang didapat dari Lazismu. Dana itu belum termasuk dengan biaya operasional tim medis dan obat-obatan.
"Sekitar Rp21 miliar. Biaya terbanyak adalah untuk respons dan transisi seperti membangun hunian sementara."
Dalam hal penanganan bencana, mereka tak hanya sekadar sampai pada status tanggap darurat. Mereka juga terus mengawal sampai proses recovery, bahkan sampai masyarakat bisa menanam.
"Kenapa itu dilakukan sampai tuntas, karena nanti jangan sampai ada pertanyaan, ‘Kok MDMC cuma sampai tanggap darurat saja?’ Padahal Muhammadiyah itu hadir selalu di tengah masyarakat. Kan ada pengurusnya sampai tingkat desa, bahkan tingkat yang paling bawah," ungkap dia. (ren)