- ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
"Di Indonesia, walau di rumah sampah telah dipilah, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah tersebut akan tercampur lagi," ujarnya kepada VIVA beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, pengurangan konsumsi plastik sendiri dilakukan pemerintah dengan berbagai cara, dimulai dari penerapan kantong plastik berbayar, pembuatan kantung plastik ramah lingkungan, hingga kebijakan cukai terhadap kemasan plastik.
![]()
Petugas menempelkan aturan terkait larangan menggunakan kantong plastik di BogorÂ
Namun berbagai cara yang dilakukan pemerintah dianggap belum efektif. "Kantung plastik ramah lingkungan itu tak punya nilai jual, jadi jarang diambil pemulung dan tak bisa didaur ulang. Jadi sebelum terurai, itu tetap jadi masalah yang harus ditanggulangi," ujarnya.
Penerapan kantong plastik berbayar pun belum terlihat efektif. "Terakhir, kebijakan cukai terhadap kemasan plastik diperkirakan akan merugikan negara sebesar Rp528 miliar dalam 1 tahun," ujarnya.
Menjawab hal itu, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal Tahar mengatakan, persoalan sampah selama ini berujung ke sistem yang digunakan TPA. "Sistem pengolahan sampah TPA sekarang ini yang dianjurkan adalah sanitary landfill bukan open dumping, namun yang gunakan sistem tersebut tidak sampai 50 persen. Bahkan teman-teman PU menyebut yang gunakan di TPA itu lebih kecil lagi."
Sanitary Landfill adalah sistem pengelolaan (pemusnahan) sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah.Â
Sedangkan open dumping adalah cara sederhana membuang sampah pada suatu legokan atau cekungan tanpa menggunakan tanah sebagai penutup sampah sehingga berpotensi mencemari dan tak sehat. Cara ini sudah tidak direkomendasi lagi oleh Pemerintah RI karena tidak memenuhi syarat teknis suatu TPA Sampah.
Dengan kondisi tersebut ia mengupayakan untuk menangani sampah secara stimultan. "Harus menyeluruh mulai dari hulu (produsen, konsumen, dan perubahan perilaku), sedangkan dari hilirnya peningkatan kapasitas pemerintah daerah seperti sarana dan prasarana dan lain-lainnya," ujarnya.
Sejauh ini KLHK telah melakukan beberapa upaya untuk menanggulangi sampah plastik, seperti yang disebut Novrizal, dari hulu ke hilir.
"Pertama, kita juga ikut berperan dan bertanggung jawab terhadap pengurangan sampah, baik itu dari packaging-nya, kemasannya, atau pun dari produknya."Â