SOROT 530

Perang Melawan Sampah Plastik

Pengelola supermarket menempel stiker pengumuman penerapan aturan Bogor Tanpa Kantong Plastik (Botak) di Lippo Plaza Ekalokasari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 1 Desember 2018.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Secara struktural KLHK juga sedang menyiapkan roadmap pengurangan sampah oleh produsen. "Jadi setiap produsen punya peran dari mendesain ulang packaging-nya (yang ramah lingkungan), postconsumer-nya hingga membangun recycling industrinya. Karena recycling industri ini juga harus punya kapasitas besar, punya high technology juga kan, sehingga memang bisa menjadi sebuah sirkulasi ekonomi yang utuh," ujarnya.

img_title Heboh! Karung yang Dikira Sampah di Depok Ternyata Berisi Mayat Tanpa Kaki

Kedua, menurutnya KLHK berupaya mendorong perubahan perilaku masyarakat, minimal itu bagaimana bisa menjadi lifestyle, sehingga mindset masyarakat memang mengurangi sampah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ketiga, kita tingkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola sampah, baik sarana maupun prasarananya. Karena memang penanganan sampah ini tidak bisa lagi dilakukan sendiri-sendiri," ujarnya.

img_title Pramono Bantah Lahan 100 Hektare di Banten Buat Buang Sampah Jakarta

Inovasi lain yang bisa diupayakan

Selama ini upaya yang disodorkaan kepada masyarakat adalah recycling namun nampaknya sulit jika kesadaran masyarakat tak digunakan. Hingga kini sampah plastik yang berhasil didaur ulang sekitar 11 persen dan dominan dari sektor swasta.

img_title Prabowo Targetkan Masalah Sampah di Indonesia Tuntas dalam Setahun

Di sisi lain, upaya pengolahan limbah sampah juga terus dilakukan, misalnya dengan mengembangkan teknologi aspal plastik. Inovasi itu telah diterapkan sejak 2017 lalu di beberapa wilayah di Indonesia. Ide yang diadopsi dari India tersebut diimplementasikan pada proyek percontohan di ruas jalan daerah. Uji coba tersebut telah berhasil dilakukan sebagai campuran material pembangunan jalan di Bali, hingga Bekasi, Jawa Barat. 

"Masalah sampah ini kami sudah berjanji 70 persen bisa diselesaikan 10 sampai 15 tahun ke depan,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kepada VIVA beberapa waktu lalu.

Dengan pemanfaatan sampah plastik sebagai pembangunan jalan, mantan Menteri Bidang Politik Hukum dan Keamanan itu meyakini, persoalan sampah plastik yang setiap harinya bisa mencapai delapan ribu ton dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih cepat. 

Tak hanya itu, inovasi mengolah limbah sampah juga bisa diolah menjadi sumber energi hingga menjadi barang yang dapat digunakan kembali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sampah botol plastik, juga telah dimanfaatkan sejumlah merek fesyen ternama. Kaus, sarung tangan hingga pakaian dalam yang terbuat dari proses daur ulang botol plastik melibatkan produsen fesyen ternama.

Bogor terapkan BOTAK untuk tanggulangi sampah plastik

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut