- VIVA/Nur Faishal
Nukman berpandangan serupa. Influencer jangan lupa untuk teliti dan berhati-hati. Dengan makin banyaknya produk atau perusahaan yang memanfaatkan jasa endorser, dia menyarankan sebelum memutuskan untuk mempromosikan produk, sebaiknya influencer mengecek status hukum atau legalitas produk, apakah berbahaya atau ilegal.
Lebih penting lainnya, influencer sebaiknya mencoba produk yang akan dipromosikan sebelum mengajak publik untuk menggunakan produk yang dimaksud.
"Para endorser atau artis lebih baik memilih produk yang dia pakai dalam mempromosikan produknya. Jangan mempromokan produk yang enggak pernah dia pakai. Itu yang paling penting," ucapnya.
Tak Asal Endorse
Pesohor sekaligus endorser yang selektif adalah pasangan Ruben Onsu dan Sarwendah. Pasangan ini memang punya produk komersial sendiri namun masih melayani jasa endorser. Mereka mengaku punya standard ketat untuk mempromosikan produk di kanal media sosial mereka. Sarwendah mengatakan, untuk endorser melibatkan tim manajemen yang terdedikasi.
Tim manajemen ini menyeleksi brand atau, produk apakah sesuai dengan image pasangan artis tersebut. Sarwendah memastikan produk yang dipromosikannya adalah yang benar-benar dia pakai sebelumnya. Biasanya Sarwendah akan mencoba produk tersebut, apakah berkualitas dan layak untuk dinikmati orang lain. Dia ingin manfaat brand atau produk juga bisa dirasakan oleh khalayak.
"Jadi aku endorse atau mengiklankan suatu produk itu berarti enggak mau bohong. Memang aku pakai, aku enggak mau cuma endorse aja, dapet penghasilan, gitu. Berasa bohongin orang," tuturnya.
![]()
Pasangan Ruben Onsu dan Sarwendah
Konsekuensi dari standar ketat itu, Sarwendah mengaku banyak menolak produk untuk diia promosikan. Dia mengatakan, lebih banyak mempromosikan produk atau brand yang benar-benar sudah legal mengantongi izin dan brand ternama. Dia menyadari konsekuensi tak mendapatkan hujan duit, tapi Sarwendah merasa lebih aman.
Prinsip yang dipegang Sarwendah dalam hal mempromosikan brand atau produk yaitu jangan sampai gara-gara satu dua kali endorser, produk yang enggak jelas kualitasnya, publik menjadi percaya dengan promosinya dan merugikan image produk lain yang dia promosikan.
Sarwendah blak-blakan pernah mendapat tawaran untuk promosikan produk Dermaster. Namun setelah diteliti, dia tak mengambil tawaran tersebut.