- VIVA
Walaupun bencana geologi hanya terjadi 76 kejadian (3,1 persen), namun menyebabkan dampak bencana yang lebih besar, khususnya gempabumi dan tsunami. Dari 20 kali gempa, sebanyak 572 orang meninggal dunia, 2.012 mengalami luka-luka, 483.634 jiwa mengungsi dan 16.520 rumah rusak.
"Secara umum tren bencana (di tahun 2018) meningkat," kata Kepala BNPB, Willem Rampangilei saat menyampaikan laporan Evaluasi Bencana 2018 di kantornya pada Rabu, 19 Desember 2018.
Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam di tahun 2018 menjadi yang paling tinggi sejak tahun 2010. Tahun 2010, korban tewas dan hilang berjumlah 1.907 orang dari 1.944 bencana, di antaranya banjir bandang Wasior, tsunami Mentawai dan erupsi Gunung Merapi.
Sementara jika dibandingkan tahun 2017, pada periode yang sama, yaitu 1 Januari hingga 14 Desember, jumlah kejadian bencana tahun 2017 lebih banyak daripada tahun 2018 atau turun 11.36 persen.
Tapi untuk jumlah korban tewas dan hilang naik 1.072 persen, korban luka-luka naik 59.7 persen, korban mengungsi dan terdampak 17.6 persen, jumlah rumah rusak naik 3.55 persen.
![]()
Data bencana selama 2018
Willem menambahkan, meningkatnya tren bencana karena sejumlah faktor seperti perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang terus terjadi hingga ditemukan sesar baru.
"Gempa bumi NTB dan gempa bumi yang disusul tsunami dan likuifaksi di Sulteng adalah penyebab kenaikan dampak bencana. Pada tahun 2017 tidak ada kejadian gempabumi dan tsunami yang berskala besar yang menimbulkan dampak bencana yang besar," ujarnya.
Gempa dan Tsunami
Peristiwa gempa bumi terbilang marak terjadi di tahun 2018. Dimulai dari gempa Lebak, Banten, yang merusaknya 8.000 rumah warga. Kemudian gempa di Banjarnegara yang menewaskan 2 orang dan membuat 400 rumah rusak parah.
Pada Juni 2018, gempa di Sumenep Madura melukai setidaknya 6 orang dan menghancurkan puluhan rumah. Gempa kembali mengguncang Sumenep pada 11 Oktober 2018, kali ini menewaskan 3 orang dan 36 orang luka-luka.
Gempa bumi dahsyat kemudian mengguncang wilayah Lombok, Sumbawa dan Bali dengan kekuatan 6,4 SR pada 29 Juli 2018 dan gempa 7 SR pada 5 Agustus 2018. Gempa ini menewaskan 564 jiwa dan 1.584 bangunan rusak. Tak hanya menjadi perhatian nasional, gempa Lombok juga mendapat sorotan dunia internasional karena tersohor dengan potensi wisatanya.
![]()
Kerusakan akibat gempa di Lombok