- VIVA
![]()
Dampak puting beliung di Bogor, Jawa Barat
Mengacu data proyeksi temperatur dunia yang akan terus mengalami peningkatan hingga 2100, menjadi gambaran frekuensi bencana hidrometeorologi akan terus meningkat di masa mendatang. Salah satu cara mengantisipasinya adalah dengan dukungan teknologi prediksi potensi kebencanaan.
Armi merincikan selama 2017, terjadi 2.341 kali bencana hidrometeorologi. Angka ini merupakan 92 persen dari jumlah bencana yang terjadi di Indonesia. Kerugian sepanjang tahun lalu ditaksir mencapai Rp30 triliun. Dilaporkan korban meninggal mencapai 377 orang serta 1005 luka-luka.
"Melihat dampak besar yang ditimbulkan, pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi baik jangka pendek, panjang, dan menengah," kata Armi dalam keterangan persnya yang diterima VIVA.
Menurut Armi, upaya yang perlu dilakukan bisa dengan mengembangkan teknologi monitoring serta bencana kebencanaan hidrometeorologi, hingga penyusunan tata ruang menyesuaikan kerentanan bencana.
Di samping itu, inovasi teknologi di bidang kebencanaan akan semakin diperlukan. Hal ini karena mengacu peningkatan pertumbuhan penduduk serta dampak perubahan iklim. "Ini yang akan menjadi tantangan bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan teknologi serbaguna yang bisa memperkuat kesiapsiagaan." (mus)
Baca Juga
Dari Bencana hingga Serbuan Mobil China
Pilkada Rasa Pilpres, Jokowi Vs Prabowo Jilid II
RI Akhirnya ‘Kuasai’? Freeport
2018, Tahun Apes Facebook dan Duel Ojek Online
Asian Games 2018, Sukses Berlimpah Tuan Rumah