- VIVA
"Yang rusak ringan dan hancur total itu tersebar di Kota Palu, Donggala dan yang lebih banyak justru di Kabupaten Sigi," Kepala Pusat Data dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Secara total, ada sekitar 66 ribuan unit rumah warga rusak, baik akibat gempa maupun likuifaksi. Sebanyak 66.238 di Sulawesi Tengah, kemudian sisanya 688 di Sulawesi Barat.
Anggota Dewan Penasihat Ikatan Ahli Geologi Indonesia Rovicky Dwi Putrohari menjelaskan, likuifaksi terjadi pada lapisan di bawah tanah yang strukturnya batu pasir, sehingga daya dukung tanah menjadi berkurang.
"Likuifaksi ini seperti karena seolah digetar-getarkan, persis saat kita memasukkan emping di dalam toples. Itu kan gerak-gerakkan supaya turun, nah itu daya dukungnya berkurang dan akhirnya kolaps," ujarnya kepada VIVA.
Biasanya, lapisan bawah tanah batu pasir di dalamnya sedimennya masih muda dan terdapat pori yang terisi air. Kemudian, air yang tersimpan di dalamnya akan ikut terbawa keluar saat munculnya likuifaksi.
Selanjutnya, air akan bercampur dengan material lain. Apa yang terjadi di permukaan kemudian, tergantung dengan bidang yang ada di atasnya, apakah bidang miring atau tidak. Jika di atas likuifaksi berupa bidang miring, bidang ini akan berperan menjadi bidang luncur yang menyebabkan longsor atau landslide. "Bila lapisannya tak begitu miring, maka di atasnya amblas seolah tertelan oleh tanah yang sudah bercampur lumpur," ujarnya menjelaskan.
Di Sigi dan Palu, terjadi likuifaksi yang menyebabkan bangunan di atas permukaan berjalan dan tertelan lumpur. Sementara itu, di Balaroa, tampak rumah dan bangunan ambles ke dalam tanah.
Rovicky mengatakan, likuifaksi atau tanah bergerak akibat gempa hanyalah fenomena yang biasa dalam geologi. Sebelum heboh tanah bergerak akibat gempa Palu dan Donggala, fenomena serupa pernah terjadi usai gempa Yogyakarta beberapa tahun lalu.
"Kalau Anda ingat, di Yogyakarta itu tanah runtuh pada gempa 2006, itu juga likuifaksi. Yogyakarta itu kan tanahnya termasuk endapan muda karena hasil dari gunung api. Ini gejala yang biasa, dulu pernah terjadi."
Erupsi dan Hidrometeorologi
Di samping gempa bumi, bencana geologi yang kerap menjadi ancaman bagi Indonesia adalah erupsi gunung api. Kepala BNPB, Willem Rampangilei menyebut, di Indonesia terdapat 127 gunung api aktif, dan terdapat 75 kabupaten dan kota berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari erupsi gunung api di Indonesia.