- VIVA
VIVA – Suasana Jalan Greenland International Industrial Center Boulevard tidak terlalu padat. Jam menunjukkan pukul 13.05, waktu para karyawan mulai bersiap-siap kembali bekerja usai istirahat makan siang.
Bus yang ditumpangi rombongan wartawan akhirnya tiba di depan pintu gerbang sebuah pabrik yang masuk kawasan Cikarang itu. Seluruh dindingnya dilabur merah, sementara atapnya putih. Sangat mencolok dan berbeda dari pabrik lain di sekitarnya.
Memasuki kawasan pabrik, tampak beberapa lahan dibiarkan kosong sebagai ruang terbuka hijau beralaskan rumput. Rasanya seolah tidak sedang berada di Indonesia, melainkan kawasan pabrik di luar negeri.
Pada gedung yang menghadap pintu gerbang, terpampang tulisan besar Wuling Motors ‘Drive For A Better Life’. Semua jalanan yang ada di komplek tersebut diawali dengan nama Wuling, diikuti oleh angka dalam huruf Yunani.
Pabrik Wuling di Indonesia
Pabrik tersebut adalah milik PT SGMW Motor Indonesia, dan mulai dibangun pada 2015. Nilai investasi yang dikucurkan mencapai US$700 juta, atau sekitar Rp10,2 triliun. Uang sebanyak itu diubah menjadi pabrik perakitan kendaraan dan pembangunan diler di seluruh wilayah Indonesia.
Presiden SGMW Motor Indonesia, Xu Feiyun mengatakan, pabrik tersebut mengaplikasikan teknologi General Motors, Global Manufacturing System (GMS), yang digunakan oleh pabrikan GM.
"Teknologi GMS menekankan pentingnya keterlibatan individu, pencapaian kualitas terbaik dalam setiap proses, serta mendorong antusiasme karyawan dalam membuat perubahan dan penyempurnaan," ujarnya saat peresmian, Juli 2017.
Apa yang dilakukan Wuling terbilang berani. Beberapa tahun sebelumnya, pabrikan otomotif asal Tiongkok ini mencoba peruntungan mereka di Tanah Air. Mulai dari merek Geely hingga Chery. Semuanya gagal total.
Bahkan, saat VIVA mengunjungi pabrik Geely yang ada di Cileungsi, Bogor, September 2016, tampak pemandangan mengerikan. Ratusan mobil dengan kondisi baru ternyata masih terparkir di pelataran pabrik, dan dibiarkan terbengkalai tak terawat.
“Kami dengan partner sedang bicara. Sebenarnya, mobil itu banyak peminatnya. Saya maunya kami memberikan diskon. Karena usahanya kongsi atau joint venture, jadi persetujuan diskonnya memerlukan waktu yang panjang,” tutur Presiden Direktur Geely Mobil Indonesia, Hosea Sanjaya kala itu.