- VIVA
"Bank Mitsubishi, itu leader-nya, nanti dia yang ngatur semuanya," kata Harry, saat ditemui di Wisma Antara, Jakarta, Rabu 1 Agustus 2018.Â
Harry menuturkan, sindikasi kredit yang diberikan dari 11 bank itu berkisar antara US$3,85 miliar hingga US$4 miliar tergantung kebutuhan Inalum. "(Mitsubishi) Bukan paling besar (beri pinjaman), tetapi dia lead-nya," katanya.Â
![]()
Direktur Utama PT Inalum, Budi Gunadi Sadikin
Ia menegaskan, bunga rendah menjadi alasan Inalum memilih pinjaman dari bank asal Jepang itu sebagai pimpinan yang memberikan fasilitas pinjaman ke Inalum. "(Bunganya) paling kecil, makanya kenapa Jepang? Karena, Jepang paling kecil," tuturnya.
Senada dengan Harry, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Achmad Baiquni menyatakan bahwa perlibatan bank asing dalam pembelian saham Freeport sangat tepat, mengingat pinjaman tersebut cukup besar. Ia pun juga merasa pesimistis bisa ikut serta, karena penawaran pinjaman yang diberikan bank domestik dengan bank asing tak sepadan. Di mana, perbankan asing siap menawarkan pinjaman dengan suku bunga lebih rendah kepada Inalum.
"Awalnya kan kita ingin masuk, tetapi ya tentunya kita lihat terms note-nya seperti apa. Nah, kita melihat seperti ini, kalau kita harus bersaing dengan yang bank asing, biasanya kan bank asing suku bunganya cukup menarik. Kalau kita, rasa-rasanya sih untuk bersaing dengan mereka agak cukup berat juga," ucap dia di Gedung BNI, Jakarta, Rabu 18 Juli 2018.
Di sisi lain, Baiquni juga mengatakan, kecenderungan untuk pengurungan niat melakukan pembiayaan itu juga didorong karena pinjaman yang dalam bentuk dolar. Sedangkan cadangan BNI dalam bentuk valas juga terbatas.
Sedangkan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, selain pendanaan dari 11 bank asing, perseroan juga telah menyiapkan dana internal untuk membayar divestasi tersebut. Nilai dana internal tersebut sebesar US$1,5 miliar.
Tak hanya itu, Budi juga mengungkapkan pihaknya juga akan membayar divestasi dengan menggunakan ekuitas holding, dan itu semua tentunya tergantung kebutuhan perbankan. Adapun pembayaran pembagian yang dilakukan Inalaum adalah US$3,5 miliar dibayar kepada Rio Tinto, sedangkan ke Freeport McMoran Inc sebesar US$350 juta.