SOROT 532

RI Akhirnya 'Kuasai' Freeport

Sorot 532 Bisnis
Sumber :
  • VIVA

"NAA (Nippon Asahan Aluminium) ngotot dengan harga US$626 juta. Tetapi, pemerintah ngotot US$558 juta. Jadi, ada selisih US$68 juta. Jepang akhirnya takluk. Dan, sekarang memang sulit kalahkan koalisi Amerika Serikat, Inggris, dan Australia."

img_title 196 Karyawan Freeport Tinggalkan Pekerjaan, Kini Digembleng 2 Bulan Jadi Komcad di Papua

Sementara itu, dari pihak pemerintah menjelaskan bahwa HoA yang dilakukan pada Kamis 12 Juli 2018, adalah titik kunci dalam melanjutkan perundingan divestasi 51 saham PT Freeport Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dengan penandatanganan ini, maka telah dicapai proses kesepakatan awal divestasi saham PT Freeport Indonesia, di mana 51 persen akan dimiliki Pemerintah Indonesia dan sisanya dimiliki Freeport-McMoran Inc. Dia menjelaskan, Head of Agreement (HoA) ini memiliki empat poin yang secara resmi telah disepakati dan akan menjadi milestone pengembangan PT Freeport Indonesia (PTFI) ke depan. Empat poin itu adalah:

img_title Dari Aceh hingga Papua, Ini Kekayaan Kopi Indonesia yang Tak Banyak Diketahui

1. Divestasi saham sebesar 51 persen untuk kepemilikan Indonesia, sesuai Kontrak Karya dan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba).

2. Pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) selama lima  tahun.

img_title Hadiri Konser Musik Cara Anak Muda Ekspresikan Kritik Sosial

3. Stabilitas penerimaan negara, sesuai Pasal 169 dalam UU Minerba, peralihan Kontrak Karya PTFI menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) akan memberikan penerimaan negara yang secara agregat lebih besar daripada penerimaan negara melalui Kontrak Karya.

4. Perpanjangan Operasi Produksi 2x10 tahun, sesuai ketentuan perundang-undangan, asalkan PTFI menyepakati empat poin di atas, maka masa operasi maksimal hingga tahun 2041.

Ani mengatakan, HoA juga menyepakati harga saham dan Inalum akan mengeluarkan dana US$3,85 miliar untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto dan menyelesaikan jual beli sebelum akhir 2018.

11 Bank Asing Ikut Bayar Freeport

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, terkait dengan dana yang harus dikeluarkan PT Inalum untuk membeli saham tersebut, pemerintah mengungkapkan akan memperoleh pinjaman dari delapan hingga 11 bank asing. Bank tersebut hingga saat ini, salah satunya sudah diketahui berasal dari Jepang, yang rencananya PT Inalum harus membayar kepada Freeport sebesar US$3,85 miliar atau setara dengan Rp55 triliun. 

Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan, Inalum memperoleh pinjaman dari sekitar delapan hingga 11 bank melalui kredit sindikasi. Adapun leader pemberi kredit-nya adalah The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut