SOROT 533

Perang Dagang di Tahun Politik

Ilustrasi Bisnis.
Sumber :
  • VIVA/Tim Desain

"APBN diputuskan Oktober. Nah, kami waktu itu masih melihat Amerika itu menaikkan (FFR 2019) tiga kali," ujar Suahasil di Jakarta, Kamis 27 Desember 2019. 

img_title Fed Fund Rate Turun Bikin Aliran Modal Serbu Emerging Market, Purbaya: Termasuk ke Indonesia

Selain itu, ada kesepakatan AS dan China selama 90 hari ke depan menurunkan tensi perang dagang yang terjadi. Sambil kedua negara merumuskan formula baru perdagangan internasional yang lebih adil bagi keduanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi ini sekarang periodenya agak calm in, agak tenang karena ada kesepakatan untuk tidak menambah meruncingkan keadaan," tuturnya.

img_title Beberkan Keuntungan RI dari Memanasnya Perang Dagang AS-China, Purbaya: Biar Saja Mereka Berantem

Meski demikian, dia menegaskan, pemerintah akan terus memantau pergerakan ekonomi global. Upaya itu agar strategi ekonomi yang telah dirancang tahun depan dapat berjalan dengan baik. 

"Mungkin volatilitas di pasar dunia tidak seperti 2018. Semoga lebih stabil. Tapi kami tetap aware dengan potensi dan aware dengan risikonya," ungkapnya. 

img_title IHSG Dibuka Menguat saat Bursa Asia Lesu Imbas Perang Dagang AS-China

Di dalam negeri, lanjut Suahasil, pemerintah fokus pada stabilitas ekonomi di semua aspek, khususnya dunia usaha. Momentum tahun politik tidak menjadi penghambat motor perekonomian nasional.

"Cara menciptakan stabilitas melalui kebijakan struktural, bagaimana melancarkan arus barang, arus orang dan juga arus transaksi yang lain," ungkapnya.

 

Tak Ekspansi Besar-besaran

Aura kegembiraan terpancar kuat dari lantai PT Bursa Efek Indonesia pada 28 Desember 2018. Dengan wajah semringah, Presiden Joko Widodo beserta jajarannya dan pejabat terkait pasar modal serta Bank Indonesia menutup perdagangan saham 2018 yang berada di zona hijau pada level 6.194. 

Di penghujung 2018, indikator perdagangan BEI menunjukkan angka yang positif. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) BEI 2018 naik signifikan. 

RTNH tahun ini tercatat mencapai Rp8,52 triliun, naik sekitar 12 persen dari 2017. Secara total ada 57 emiten baru yang tercatat di lantai bursa dengan dana yang berhasil digalang senilai Rp16,01 triliun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan fakta-fakta tersebut, Jokowi pun mengaku optimistis bahwa pasar saham Indonesia bisa lebih baik lagi tahun depan. Meskipun, masa tahun politik akan mencapai puncaknya. 

Selain itu, Jokowi mengatakan, pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan mencapai 5,17 persen dengan inflasi dijaga rendah pada level 3 persen. Kedua indikator itu dipastikan akan terus dijaga stabilitasnya, karena dinilai menjadi dasar investasi masuk ke Indonesia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut