- VIVA/Tim Desain
Meskipun jumlah penerima PKH tidak naik, yaitu 10 juta rumah tangga. Konsumsi mereka akan naik seiring dengan kenaikan bahan pokok yang terjadi. Ada pula Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diberikan pemerintah setiap bulannya kepada sekitar 96 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
![]()
Jokowi dalam acara sosialisasi PKH
BPNT yang merupakan transformasi dari program beras sejahtera ini, diberikan ke KPM sebesar Rp110 ribu per bulan. Penyalurannya pun akan dilakukan non tunai melalui bank, sehingga industri secara tidak langsung juga dapat membantu likuiditas dan perputaran uang di perbankan.Â
"Kami harap konsumsi bisa terus meningkat sekitar 5,1 atau 5,2 persen pertumbuhannya. Itu dari mana? Salah satunya adalah dari belanja pemerintah yang kenaikannya cukup besar, terutama untuk belanja sosial," ungkapnya.Â
Sementara itu, pada 2020, atau satu tahun setelah pilpres, Jokowi pun menjanjikan, pemberian PKH akan ditingkatkan kepada 100 persen keluarga miskin di Indonesia, yaitu 15,6 juta rumah tangga. Artinya, seluruh keluarga miskin di Indonesia akan dibiayai pemerintah jika Jokowi terpilih kembali.Â
"Kalau ini (keuangan negara) nanti sudah mapan, di 2020, saya ingin agar yang masuk dalam kategori keluarga miskin, kurang lebih 15,6 juta KK, itu semuanya harus dapat PKH," ujar Jokowi dalam Jambore Sumber Daya PKH di Istana Negara, Jakarta, Kamis 13 Desember 2018.
Di sisi belanja pemerintah, Suahasil mengatakan, tetap ada kenaikan anggaran infrastruktur. Namun, pembangunan yang dilakukan lebih ke arah infrastruktur yang meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Dampaknya pun tidak instan dirasakan mendongkrak perekonomian.Â
Namun, terlepas dari segala upaya pemerintah tersebut, dia berharap, gelaran pesta demokrasi tahun depan dapat berjalan lancar. Pemilu tidak akan mengganggu iklim usaha di Indonesia. Investasi pun sebagai motor utama pendorong ekonomi dapat terdongkrak setelah gelaran politik itu selesai.Â
"Kami berharap, kalau pemilu lancar, aman, berhasil mendapatkan pimpinan-pimpinan yang merupakan pilihan rakyat. Kemudian, investor melihat bahwa ini pemilu yang baik, akhirnya investor memutuskan untuk masuk ke Indonesia," ungkapnya.Â
"Jadi kami berharap ada dorongan dari investasi tapi setelah pemilu," tuturnya. (art)