SOROT 533

Sasaran Tembak Bernama PSSI

Ilustrasi Sport
Sumber :
  • VIVA/Tim Desain

Kekhawatiran Jadi Kenyataan

img_title Babak Baru Kasus Suap Match Fixing Liga 2, Vigit Waluyo dan 6 Tersangka Segera Disidang

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekhawatiran publik sepakbola Indonesia akan terbelahnya fokus Edy dalam memimpin PSSI akhirnya menjadi kenyataan. Pria berusia 57 tahun itu tak mampu lagi melakukan kontrol seperti sebelumnya.

img_title Gempar! Satgas Antimafia Bola Polri: PSS Sleman vs Madura FC Terjadi Match Fixing

Semuanya menjadi berbeda ketika saat dia masih aktif sebagai Pangkostrad. Ketika itu, hampir seluruh anggota PSSI, baik Asosiasi Provinsi (Asprov) juga klub selalu patuh terhadap keputusan yang diambil.

Lewat media sosial, publik menggemakan tagar #EdyOut. Desakan itu muncul dengan banyak alasan lagi, termasuk adanya berbagai kontroversi di kompetisi berbagai strata.

img_title Polisi Tetapkan 8 Orang Sebagai Tersangka Pengaturan Skor Liga 2 2018

Dalam beberapa polemik, Edy terlihat mencoba untuk berdamai dengan publik. Salah satunya terkait masalah perpanjangan kontrak Luis Milla Aspas sebagai pelatih Timnas Indonesia usai gagal mencapai target empat besar Asian Games 2018.

Memimpin rapat Exco, ketika itu, Edy didukung suara beberapa anggota memutuskan untuk memperpanjang kontrak pelatih asal Spanyol tersebut. Anggapan publik permainan Timnas Indonesia lebih baik di bawah arahan Milla menjadi alasan utama.

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Luis Milla Aspas (ketiga dari kanan)

Tapi, penolakan juga diajukan beberapa Exco lainnya. Sebuah kejadian yang tidak biasa ketika Edy masih menjadi Pangkostrad. Alasan beberapa orang menolak karena menganggap gaji Milla terlalu besar, sehingga nantinya malah menyulitkan PSSI.

"Dalam rapat (ketika) itu, kan saya yang bersikap keras. Karena kita ini kan tidak bodoh. Kita tahu standarisasi honor dan gaji (pelatih) baik di Asia Tenggara atau Asia. Tapi, kan ada unsur politis di sana, karena Menpora sudah bicara, netizen juga, ya kita sebagai organisasi memutuskan bahwa kontrak Milla diperpanjang," ujar salah satu anggota Exco PSSI, Yunus Nusi, kepada VIVA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Benar saja, beberapa bulan setelah keputusan perpanjangan kontrak disetujui, Milla akhirnya batal kembali melatih. Tidak jelas alasan yang dikemukakan oleh para petinggi PSSI lainnya, tapi yang sering diucapkan adalah penawaran baru dalam kontrak tidak kunjung mencapai kata sepakat.

Terpaan terhadap PSSI kepemimpinan Edy seolah tak pernah berhenti sepanjang tahun. Kegagalan Timnas Indonesia lolos dari fase grup Piala AFF ditambah isu pengaturan skor di Liga 1 dan Liga 2 menyusul di kemudian hari.

Sialnya lagi, isu pengaturan skor melibatkan dua anggota Exco, Hidayat dan Johar Lin Eng. Noda baru yang menambah daftar buruknya PSSI saat ini di mata publik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut