SOROT 533

Sasaran Tembak Bernama PSSI

Ilustrasi Sport
Sumber :
  • VIVA/Tim Desain

Meski mendapat banyak terpaan, Edy menolak untuk meletakkan jabatannya begitu saja. Dia beralasan amanah dari para pemilik suara di PSSI saat Kongres Luar Biasa 2016 lalu harus dijaga sampai masa baktinya usai pada 2020 mendatang.

img_title Bek Naturalisasi Timnas Kamboja Buka Suara soal Dugaan Pengaturan Skor di Piala AFF 2024

"Selama ini orang panik ganti ketua setiap empat tahun ramai. PSSI kayak politik saja, tidak, ini pembinaan bola. Saya akan menjalankan amanah rakyat sampai 2020," tutur Edy.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, pengamat sepakbola nasional, Tommy Welly, mengungkapkan, ada tiga rapor merah PSSI selama dua tahun terakhir. Yang pertama adalah prestasi Timnas. 

img_title Piala AFF 2024 Diguncang Dugaan Skandal Pengaturan Skor

"Kita lihat, di SEA Games 2017 gagal dapat emas, di Asian Games gagal, di Piala AFF juga gagal jadi juara. Padahal, etalase sepakbola sebuah negara adalah Timnas," katanya.

Yang kedua adalah soal kepemimpinan. Rangkap jabatan yang menurutnya membuat kinerja Edy tidak optimal. Terlebih dengan berbagai statement yang kontroversial. "Pernyataan-pernyataan seperti itu justru malah menunjukkan ketidakpahaman terhadap sepakbola," jelasnya.

img_title AFC Buka Suara Soal Pertandingan 'Sengit' Timnas Indonesia U-17 vs Australia U-17

Ditambah terkait kabar Exco PSSI yang terlibat match fixing. "Saya dengar berita hari ini ada yang ditangkap (diperiksa sebagai saksi). Exco yang seharusnya menjaga rumah sepakbola, malah mencederai sepakbola itu sendiri, malah berubah menjadi virus sepakbola itu sendiri," katanya.

Dan yang ketiga, match fixing. PSSI menurutnya harus menunjukkan perlawanan terhadap itu. "PSSI harus melawan itu, karena itu tabu dalam sepakbola. Kepercayaan terhadap kompetisi bisa turun," kata Tommy Welly. 

"Padahal, kompetisi adalah tolak ukur kemajuan sepakbola suatu negara. Adanya pembinaan tujuannya ke mana, kompetisi. Kompetisi muaranya di mana, tim nasional," lanjutnya.


Harapan di Tahun Baru

Anggota Exco PSSI lainnya, Yoyok Sukawi, memberi tanggapan atas kritik yang datang. Dia tak memungkiri kinerja pihaknya saat ini masih ada yang belum maksimal, namun bukan berarti ketika Edy menjabat sebagai gubernur Sumut program yang ada tidak berjalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disebutkannya pula, Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) bahkan memberi pujian terhadap PSSI. Di mana pengembangan sepakbola serta yang lainnya dianggap berjalan dengan sangat baik.

"Kalau program jalan. Karena kita kan dibagi per komite. Menurut saya yang jadi pangkal permasalahan ada di dua komite, wasit dan disiplin. Yang selalu jadi isu nasional kan dua komite itu saja," ujar Yoyok saat dihubungi VIVA.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut