SOROT 533

Sasaran Tembak Bernama PSSI

Ilustrasi Sport
Sumber :
  • VIVA/Tim Desain

"Komite lain sih tidak ada masalah. Bahkan, komite pengembangan kemarin mendapat pujian dari FIFA. Komite media juga kita sering mengadakan pertemuan dan diskusi. Sepakbola wanita juga ada prestasi," imbuhnya.

img_title Babak Baru Kasus Suap Match Fixing Liga 2, Vigit Waluyo dan 6 Tersangka Segera Disidang

Perayaan juara Piala AFF U-16 Timnas Indonesia U-16

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Merujuk kontroversi yang kerap ditimbulkan oleh komite disiplin dan wasit, Yoyok mengatakan memang wajib untuk dicari jalan keluar. Kongres Tahunan PSSI pada Januari 2019 di Bali jadi momen yang tepat untuk membicarakannya.

img_title Gempar! Satgas Antimafia Bola Polri: PSS Sleman vs Madura FC Terjadi Match Fixing

Salah satu yang ada dalam pikirannya saat ini adalah membenahi isi kode disiplin. Peraturan yang ada di dalamnya harus dibuat lebih rinci lagi agar kelak ketika Komdis PSSI mengeluarkan keputusan tidak ada lagi pertanyaan kritis.

"Dengan 2018 yang banyak bertanya-tanya soal Kode Disiplin itu isinya apa. Jadi tahun depan kami Komite Eksekutif akan buat yang untuk pegangan federasi dan operator kompetisi nanti akan lebih detail lagi. Misal untuk lemparan, akan kita jabarkan lagi apakah itu mercon, botol air mineral, atau batu," tuturnya.

img_title Polisi Tetapkan 8 Orang Sebagai Tersangka Pengaturan Skor Liga 2 2018

Selama ini seharusnya keputusan Komdis PSSI tidak perlu jadi pertanyaan. Perbedaan hukuman yang diterima masing-masing klub dikatakan Yoyok sudah sesuai dengan kode disiplin yang ada.

Sayangnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi kerap gagap dalam menanggapi polemik tersebut. Padahal, disebutkan Yoyok, andai mereka rajin melakukan sosialisasi kepada publik melalui media massa, tentu saja akan diterima dengan baik.

Sedangkan Tommy Welly menegaskan, PSSI harus bersih-bersih di tahun baru 2019. Ini demi membangun kembali kepercayaan publik yang menurun terhadap PSSI akibat beredarnya  berbagai masalah dan isu negatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya kira jelas, hal-hal tadi (dugaan match fixing) membuat moral federasi runtuh. Moral apalagi yang harus dipertahankan?" kata pengamat sepakbola yang kerap disapa Bung Towel ini. 

"Ini harus dibersihkan dulu. Saya kira, voters ini bodoh seandainya tidak mendesak angin perubahan. Soal Exco, voters yang memilih Exco ini harusnya bertanggung jawab dengan apa yang dipilih," tegasnya. (One)

Timnas Kamboja

Bek Naturalisasi Timnas Kamboja Buka Suara soal Dugaan Pengaturan Skor di Piala AFF 2024

Piala AFF 2024 diguncang dugaan skandal pengaturan skor. Insiden itu diduga terjadi pada laga perdana Grup A Piala AFF 2024 antara Singapura melawan Kamboja.

img_title
VIVA.co.id
18 Desember 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut