- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Fenomena Baru
Dukungan alumni dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah tersebut menarik karena baru tahun marak terjadi. Mereka adalah bagian dari kelompok terdidik dan terpelajar yang selama ini memilih tak ikut arus dalam pergolakan politik yang kian memanas. Tapi di pemilu 2019 kelompok tersebut muncul dan tak ragu menyampaikan dukungan.
Jika selama ini mereka mendukung tanpa menyebut institusi pendidikan, dan hanya bersifat individual, tapi sekarang membawa nama kampus atau sekolah dirasa penting. Bukan hanya marak di Jakarta, aksi sporadis juga menyebar di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Satu demi satu alumni perguruan tinggi mendeklarasikan diri, meski tak semeriah dan sebesar di Jakarta.
Akibat aksi saling dukung itu, polarisasi memang terjadi. Sebab tak semua alumni kampus satu suara memberi dukungan pada salah satu paslon. Contohnya alumni sekolah Pangudi Luhur, sekolah di mana Sandiaga Uno adalah alumninya. Dukungan dari alumni Pangudi Luhur jelas terbelah. Satu kelompok mendukung Jokowi-M'aruf Amin, kelompok lainnya mendukung Prabowo-Sandiaga. Dengan tagar #anakPLdukunganakPL. Pangudi Luhur termasuk salah satu sekolah Katolik bergengsi di Jakarta. Alumninya banyak memegang posisi penting di pemerintahan atau swasta. Biasanya mereka juga sangat kuat menjaga ikatan sesama alumni.
![]()
Deklarasi dukungan alumni Pangudi Luhur kepada Jokowi
Lembaga resmi yang menaungi alumni UI, Iluni UI, secara terbuka mengizinkan alumninya memberikan dukungan kepada salah satu paslon. Syaratnya, tak boleh menggunakan atribut resmi organisasi atau kampus. Ketua Iluni UI periode 2016-2019 Arief Budhy Hardono, menegaskan Iluni UI tetap netral. Alumni dari kedua kubu menyampaikan keinginan deklarasi, Iluni mengizinkan, tapi tak hadir secara organisasi. Bahkan Iluni menjaga jarak dengan kontestan pemilu.
Menurut Arif, Iluni punya cara sendiri untuk mendukung pemilu. Targetnya adalah membuat demokrasi yang berkualitas. "Tagline kita adalah demokrasi 2019 berkualitas, Indonesia naik kelas. Kalau Indonesia naik kelas seluruh warga bangsa yang jumlahnya 226 juta, akan naik kelas bukan hanya lokal regional tapi juga global," ujar Arief.
Guna mewujudkan itu, Iluni membuat enam pokja yang terus bekerja memberikan masukan kepada lembaga-lembaga resmi pengawal pemilu. Termasuk meminta alumni menuangkan ide-ide dan usulan mereka untuk kemajuan bangsa melalui proposal yang berkualitas.