- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Aksi dukung mendukung yang datang dari kelompok well educated ini terus berjalan. Andre Rosiade, Wasekjen Gerindra yang juga menjabat sebagai jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Bidang Politik melihat hal itu hanya dilakukan oleh kubu 'sebelah.' Andre menyampaikan, dukungan dari perguruan tinggi itu adalah mobilisasi.
![]()
Deklarasi alumni berbagai perguruan tinggi kepada Prabowo-Sandi
Menurutnya, itu digunakan karena selama ini hasil survei menunjukkan pemilih Jokowi ada di kalangan pendidikan rendah. "Makanya dengan dukungan alumni-alumni itu pak Jokowi ingin menunjukkan, memobilisasi massa agar terlihat didukung oleh masyarakat berpendidikan tinggi," ujarnya.Â
Andrie yakin, kemunculan deklarasi alumni melalui mobilisasi, dan itu hanya dilakukan oleh kubu 'sebelah.' Andre tak menampik, ada juga alumni yang mendeklarasikan dukungan pada Prabowo-Sandi. Tapi itu murni dari mereka sendiri.
"Kalau ada alumni manapun yang dukung kita, kita gak pernah mobilisasi, gak inisiasi, gak fasilitasi. Semua berdasarkan keinginan mereka.Â
Karena kita sendiri gak punya banyak duit. Untuk bikin deklarasi itu butuh biaya banyak dan kita sadar kita gak ada kekuatan untuk itu. Enggak kaya di sebelah. Dengan logistik yang berlimpah mereka bisa aja memobilisasi kan biar terkesan banyak kalangan berpendidikan dukung mereka," ujarnya menegaskan.Â
Juru Bicara sekaligus Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menyambut baik dukungan alumni untuk kubunya. Ia meliha,t aksi tersebut sebagai pertanda bahwa kelompok terpelajar dan kelompok kelas menengah kota mulai bergerak mendukung Jokowi.Â
Ia mengakui, selama ini hasil survei mengatakan Jokowi-Ma;ruf Amin masih tertinggal di kalangan menangah. "Tapi kita yakin, dengan bekerja teman- teman alumni, dan bergeraknya semua level ini artinya silent majority semua bergerak ada temannya. Ada kepercayaan diri, Insya Allah akan besar dukungan kalangan terpelajar dan kelas menengah," ujarnya.
Abdul Kadir Karding menjanjikan akan terus menjaga hubungan dengan koordinator para alumni untuk merawat komunikasi.
Meriahnya dukungan dari alumni berbagai perguruan tinggi dianggap hal biasa oleh pengamat politik Djayadi Hanan. Ia mengatakan, hal tersebut bukan sesuatu yang istimewa. Sebab, deklarasi seperti ini sebelumnya sudah pernah dilakukan oleh kelompok masyarakat lain. "Sudah pernah ada dari 212, ojek, dan lainnya. Dalam teori kampanye hal ini disebut endorsement," ujarnya.Â