SOROT 540

Berebut Suara Alumni

sorot alumni ui jokowi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Djayadi menegaskan, aksi dukung mendukung yang dilakukan oleh alumni didukung oleh timses, dan tujuannya hanya membangun citra saja. Orang yang melakukan deklarasi ini, ujar Djayadi, sudah lama mendukung. Jadi ketika dukungan disampaikan itu adalah sebuah upaya show of force saja. Upaya menunjukkan pada publik bahwa masing-masing paslon mendapat dukungan. 

img_title Mendiktisaintek: Perguruan Tinggi Boleh Dirikan Dapur MBG untuk Praktik Mahasiswa

Tapi dukungan dari alumni perguruan tinggi tetap penting, karena mereka adalah kelompok masyarakat yang bisa memengaruhi orang lain. Secara umum, alumni SMA dan perguruan tinggi adalah kelompok menengah dengan pendapatan yang tinggi. Kelompok menengah di area ini biasanya memiliki kemampuan untuk memengaruhi orang lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mereka bisa memengaruhi tetangganya, pembantunya, dan lingkungan dekatnya. Dalam konteks alumni, bisa memengaruhi teman-teman sesama alumni. Lebih mudah ngobrol karena sama-sama kenal," ujarnya. 

img_title Siapkan Talenta Muda Siap Kerja Industri, IWIP Gandeng Perguruan Tinggi Indonesia

Direktur Eksekutif  Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan memaparkan hasil survei terbaru tentang Kekuatan Partai dan Calon Presiden

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan

img_title Gelar Ratas di Akhir Pekan, Prabowo Soroti Perlindungan Buruh hingga Kualitas Perguruan Tinggi

Menurut Djayadi, gerakan ini bisa memengaruhi elektoral dan alumni yang muncul pasti mempunyai kepentingan juga. Tapi kepentingannya sebatas paslon yang mereka dukung meraih kemenangan. Menurutnya, dukungan ini sebenarnya sudah terjadi sejak dulu, hanya tak pernah terlihat. Sebab, dalam pemilu sebelumnya biasanya ada beberapa paslon. Tapi pemilu 2019 ini hanya ada dua paslon, head to head.

Dukungan alumni yang marak itu, menurut Djayadi tak akan berdampak apapun, kecuali dampak psikologis dan citra. Kondisi saat ini bagi kedua paslon adalah kosong-kosong karena terus saling berbalas. Tapi, deklarasi ini bisa menjadi berdampak signifikan jika setelah deklarasi ini mereka benar-benar bergerak, terutama dengan gerakan yang riil di akar rumput.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Misalnya sampai dua bulan ke depan ditargetkan 10 orang tiap alumni, itu akan berpengaruh. Tapi saya tak yakin karena itu butuh koordinasi yang sangat intensif. Alumni kan sibuk. Setelah deklarasi mereka kembali mengajar dan bekerja di profesi masing-masing," ujarnya. 

Pengamat politik dari Indonesian Public Institute, Dr. Jerry Massie MA, PhD tak memandang optimis gerakan ini. Sebab bisa saja ada intel yang menyusup dalam gerakan ini. Bahkan, bisa saja ada event organizer politik yang membantu menggerakkan acara tersebut. Jadi, ujar Jerry, hasil yang muncul nanti belum tentu seperti yang diharapkan. Sebab bisa saja mereka yang datang lain di bibir lain di hati. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut