- VIVA/Rifki Arsilan
Dia pun mengoreksi tentang aturan golput. Menurut dia, tidak ada yang melarang golput. Bunyi dalam undang-undang itu dilarang memaksa dengan kekerasan, seperti merusak kertas suara atau melarang orang datang ke TPS. “Dengan menggunakan kekerasan sebenarnya yang dilarang itu,” kata Lini.
![]()
Pendukung Ahok, Ahokers
Ahoker
Isu golput ini juga menerpa Ahoker, sebutan bagi penggemar Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Mereka disebut-sebut akan golput lantaran kecewa Jokowi memilih Ma’ruf Amin sebagai pendampingnya. Kabar itu dibantah Koordinator Ahoker, Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro.
Kanjeng mengemukakan, Ahoker tetap mendukung Jokowi dan Ma’ruf. Sebab, sudah keluar pernyataan dari Ahok yang meminta para Ahokers untuk mendukung Jokowi dan Ma'ruf.
Jika ada yang golput, menurut dia, jumlahnya diperkirakan paling banyak lima persen dari jutaan Ahoker di dalam dan luar negeri. Dia mengklaim, sekitar 90 persen mendukung Jokowi. "Artinya tidak benar kalau teman-teman yang ngefans sama Pak Ahok itu golput," ujarnya.
Pada 2016, dalam kapasitasnya sebagai pucuk pimpinan MUI, Ma'ruf menerbitkan fatwa tentang penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Menurut Kanjeng, tidak ada Ahokers dendam dengan kiai Ma'ruf. "Kita ini orang waras semua. Kita mendukung Jokowi karena kita waras, demi NKRI, demi Pancasila," ujarnya. (ren)
Baca Juga