- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jumlah anggota Projo saat ini sudah tersebar di 34 provinsi dan 517 kabupaten/kota, dengan berbagai macam profesi di antaranya dokter, insinyur, aktivis, pengusaha, ibu rumah tangga dan buruh.
Berbeda dengan Projo, Santri Milenial atau disingkat Samil merupakan relawan yang baru berdiri menjelang Pemilihan Presiden 2019. Ketua Umum Samil, Fuad Al-Athar mengatakan, latar belakang terbentuknya Samil memang karena alasan politik. Menurut dia, organisasi relawan yang ia pimpin berada di garis yang sama dengan para kyai dan ulama yang cinta tehadap bangsa dan mendukung kebijakan yang dilakukan pemerintah.
“Jadi, mengentalnya politik Islam kanan, maraknya hoaks, intoleransi dan percobaan untuk mendeligitimasi otoritas ulama di Indonesia menjadi pemicu pertama yang menyusun latar belakang SAMIL,” ujarnya kepada VIVA, Rabu, 20 Maret 2019.
Ia menjelaskan, sebelum menjadi SAMIL Jokowin, komunitasnya adalah jejaring para santri yang sudah lama ada. Kemudian setelah Jokowi memilih Kiyai Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya, komunitas ini mulai melakukan konsolidasi darat dengan jaringan di daerah dan memutuskan untuk mendukung pasangan 01. “Kami mendaftarkan diri pada TKN dengan Nama SAMIL Jokowin. Kira-kira bulan Agustus 2018,” ujarnya menambahkan.
Menurut Fuad, Samil didirikan oleh jaringan para santri yang memiliki pandangan kebangsaan yang bhinneka dan demokrasi yang moderat, kosmopolit dan meletakkan kemaslahatan, kesejahteraan sebagai agenda utamanya, jadi bukan hanya demokrasi yang asal bebas, liberal atau yang terputus dari nilai-nilai lokalnya.
![]()
Relawan milenial
Ia menyatakan, Samil berdiri secara mandiri dan tidak ada ada inisiasi dari timses Jokowi. “Bahwa kami sekarang jadi bagian dari timses Jokowi itu mekanisme administratif karena pandangan sama untuk memenangkan orang baik seperti Jokowi-Kyai Ma’ruf.”
Tak mau kalah, di kubu paslon 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno juga bertebaran kelompok relawan. Salah satunya adalah Roemah Djoeang. Sekretaris Roemah Djoeang, Tino Rahardian menjelaskan, awal kelahiran organisasi relawannya adalah pada saat Pilkada DKI Jakarta. Ia mengatakan, bahwa organisasinya bergerak secara mandiri dan mendapat amanah dari cagub dan cawagub Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, kala itu, untuk menjadi simpul pemenangan mereka. Untuk pilpres tahun ini, Tino mengaku diberi amanah lagi untuk memperluas jaringan relawan dari awalnya di Jakarta menjadi level nasional. Tujuannya untuk mendata lalu memperluas relawan di bawah bendera Roemah Djoeang.