- VIVA / Agus Rahmat
"Pak Prabowo juga menyampaikan, yang tentunya terus disampaikan kepada masyarakat, bahwa langkah-langkah ke depan itu harus selalu dalam koridor tentram, aman, damai," kata Sandi di Masjid At-Taqwa, Jumat 24 Mei 2019.
Wakil Presiden, Jusuf Kalla usai mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh agama dan masyarakat di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Kamis malam 23 Mei 2019, menghargai kedua pasangan calon presiden yang bertekad menyelesaikan perselisihan sesuai aturan konstitusi.
Termasuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang membawa masalah Pemilu ke Mahkamah Konstitusi. "Sehingga kita menghargai keputusan paslon nomor dua untuk membawa masalah ini ke MK. Karena itulah jalan sesuai dengan UU," ujar JK.
Dia pun mengimbau semua pihak menahan diri dan menghormati apapun keputusan KPU yang telah menetapkan Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenang Pilpres 2019. JK meminta pihak yang kalah bersikap sportif.
JK mencontohkan apa yang pernah dia dilakukan saat kalah dalam Pilpres 2009 lalu. Saat itu JK langsung menelpon Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden yang menang. Saya langsung telepon Pak SBY dan mengucapkan selamat dan saya menerima itu," ujar JK.
"Etisnya selalu yang kalah menghampiri. Menelpon yang menang."Â Â
Fokus SDM
Dalam beberapa kesempatan, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa arah pembangunan nasional pada lima tahun ke depan akan bergeser dari pembangunan insfrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia (SDM). Hal itu menjadi penting untuk meningkatkan perekonomian nasional.
"Pada 2020, prioritas pembangunan SDM tetap harus terus dikedepankan menyambung prioritas SDM yang dimulai pada 2019 ini," ujar Jokowi, membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu 6 Maret 2019.
Menurutnya, Indonesia harus tetap menjaga momentum kerja perekonomian Indonesia yang saat ini dinilai tumbuh positif. Tetapi, Jokowi tak memungkiri keterlibatan swasta penting menciptakan ekonomi yang lebih baik.
"Saya selalu menekankan APBN, jelas memiliki keterbatasan untuk itu harus diciptakan inovasi sinergi yang melibatkan dunia swasta melalui peningkatan investasi dan ekspor," kata mantan Wali Kota Solo itu.
Tak hanya itu, Jokowi mengatakan, berbagai reformasi kebijakan untuk peningkatan investasi dan ekspor harus terus digulirkan. Hal ini memperkuat kepercayaan pelaku usaha, agar semakin menggerakkan ekonomi Â