SOROT 558

Jakarta Kian Menua

Kendaraan melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 17 April 2019.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Yayat menambahkan, semakin tua kota itu dia harus mampu memberikan solusi atas masalah-masalah yang ada. Jadi kalau kota dari tahun ke tahun tidak mampu melakukan inovasi, tidak mampu melakukan terobosan, berarti ada masalah dalam pengelolaan. Artinya orang yang tinggal di kota itu bukannya tambah nyaman, tapi tambah menderita. "Orang yang tinggal di kota itu makin lama harus makin sejahtera," ujar Yayat.

img_title BCA dan Batavia Prosperindo Luncurkan Reksa Dana Batavia USD Money Market

Banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banjir di Cipinang, Jakarta

img_title Sejarawan: HUT Kota Jakarta Adalah Peringatan Kemenangan Koalisi Nusantara Pimpinan Fatahillah

Hal lain yang terus menghantui Jakarta adalah banjir. Tapi Yayat punya sudut pandang yang berbeda soal banjir. Menurutnya, ada dua penyebab banjir di Jakarta, yaitu rob dan banjir kiriman. Untuk banjir kiriman, biasanya yang terdampak adalah mereka yang tinggal di bantaran sungai.

Namun, hal yang krusial adalah genangan. Sebab, semakin banyak daerah-daerah di ibu kota yang rendah karena penurunan permukaan tanah, maka potensi genangannya semakin tinggi.  Problem besar tentang penduduk yang makin padat, penurunan permukaan tanah, dan urbanisasi yang tak berdampak ekonomi menjadi beban ibu kota. Tak heran wacana pemindahan ibu kota keluar pulau Jawa menguat di era pemerintahan Jokowi.

img_title Ditangkap, Ini Tampang Komplotan Jambret di Sunda Kelapa yang Rampas Kamera Turis

Bagi Yayat, wacana pemindahan ibu kota justru hal menarik. Sebab, dengan pindahnya ibu kota, maka Jakarta akan lebih mandiri dan akan lebih mampu dikelola oleh masyarakat, oleh para pelaku usaha, dan sebagainya. Saat ini, menurut Yayat, orang berkantor di Jakarta karena ada kantor kementerian, kantor presiden dan lain sebagainya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika semua dipindahkan ke luar Jawa, maka Jakarta tak akan menarik lagi. Dan pusat bisnis bisa bergeser ke wilayah lain yang lebih murah.

"Orang berkantor di Jakarta pusat sekarang itu karena orang melihat di sana itu ada  Kalau kantor-kantor itu pindah semuanya ke luar Jakarta, sama saja, Jakarta tidak akan menarik sebagai kota bisnis saya kira. Karena orang akan lari ke BSD, Cikarang, dan sebagainya. Karena kan sudah tidak ada lagi tempat lobby di Jakarta kan, perkantoran akan lebih menyebar ke perbatasan-perbatasan Jakarta. Dan sekarang sudah mulai didorong kota-kota satelit di sekitar Jakarta untuk berlomba-lomba menjadi kota service," tutur Yayat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut