SOROT 559

Zonasi Menuai Kontroversi

Ungkapan orang tua murid atas carut-marut proses pendaftaran murid baru berbasis zonasi di sekolah.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Didik Suhartono

VIVA – Selepas azan subuh, Faisal Aziz bergegas membangunkan Syahmi, putrinya yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas. Dengan bersepeda motor, bapak dan anak itu melaju ke SMA Negeri 6 Bogor untuk mengambil nomor pendaftaran.

img_title Pemerintah Evaluasi Kebijakan Zonasi PPDB

Tak peduli langit masih gelap dan dinginnya semilir angin. Hari itu, Senin 24 Juni 2019, mereka berdua bergegas datang lebih awal agar bisa dapat nomor antrean sedini mungkin. Jarak dari rumah Faisal ke SMA Negeri 6 Bogor hanya berkisar 700 meter. Tak sampai 10 menit mereka tiba di SMA 6 Bogor. Setelah melapor ke petugas satpam sekolah, nomor antrean pun diberikan. Nomor 21, ternyata sudah cukup jauh dari pendaftar awal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Banyak orangtua yang sudah datang sebelum subuh pak," tutur Satpam yang bertugas kepada Faisal.

img_title Gibran Minta Kaji Ulang PPDB Zonasi, Mendikdasmen Mu'ti: Ojo Kesusu, Jangan Tergesa-gesa

Calon siswa beserta wali murid antre pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP melalui sistem zonasi di SMPN 2 Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (12/6/2017).

Pendaftaran Sekolah dengan sistem PPDB

img_title Ditempatkan di Komisi X DPR RI, Denny Cagur Soroti Sistem Zonasi Sekolah

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Provinsi Jawa Barat dimulai lebih dulu dibanding provinsi lain. Senin, 24 Juni 2019, pendaftaran untuk PPDB tingkat SMA sudah dibuka. Faisal memutuskan memilih sistem zonasi murni karena jarak rumah dengan SMA Negeri 6 Bogor tak sampai satu kilometer. Meski nilai hasil ujian nasional Syahmi tak terlalu buruk, tapi jarak sekolah yang sangat dekat lebih memikat.

"Kami lebih senang menyekolahkan anak dekat rumah, selain irit ongkos, dia juga enggak perlu menghabiskan waktu lama di perjalanan. Bisa jalan kaki, bagus juga buat pengganti olah raga," ujar Faisal kepada VIVA, Kamis, 27 Juni 2019.

Faisal sengaja datang pagi-pagi untuk mendapatkan nomor pendaftaran karena mendapat kabar, daftar di awal berpengaruh pada proses seleksi. Tapi ia mengaku tak masalah datang subuh-subuh untuk mengambil nomor pendaftaran karena toh sekolah dan rumahnya jaraknya dekat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di kota Depok yang juga masih di bawah Provinsi Jawa Barat, proses pendaftaran PPDB di SMA Negeri 1 Depok sempat ricuh. Hari pertama PPDB, Senin 24 Juni 2019, suasana sekolah dipenuhi orangtua dan anaknya yang ingin mendaftar di sekolah favorit tersebut.

Budiana, yang akan mendaftarkan anaknya ke SMU Negeri 1 Depok memutuskan batal mendaftar hari itu. Ia tak tahan melihat orangtua yang sudah datang sejak jam tiga pagi dan semakin siang bertambah tak terkendali.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut