SOROT 560

Berebut Kue Bisnis Ritel

Giant Ekstra Cibubur
Sumber :
  • VIVA/ Isra Berlian

Saat ini, tambah dia, meski terdapat 30-an toko Giant yang tutup sejak 2018, pihaknya masih tetap memiliki 125 toko yang siap memberikan pelayanan terbaik sehingga bisa memenuhi keinginan pelanggan di Indonesia.

img_title Mau Tutup, Giant Lebak Bulus Gelar Diskon 50-70 Persen

Ketatnya persaingan di bisnis ritel diakui Vice President Corporate Communication Transmart Carrefour, Satria Hamid. Karenanya dalam mengantisipasi hal tersebut pihak Transmart sudah melakukan sejumlah perubahan dalam lima tahun terakhir. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun perubahan yang dilakukan antara lain mempersiapkan konsep baru yang segar untuk memperbaharui toko dan memperkenalkan konsep-konsep terbaru untuk toko-toko baru Transmart.

img_title Tingkatkan Minat Pengunjung, Giant Ubah Konsep Gerai

Gedung Transmart di Bandar Lampung dikejutkan penemuan kotak kecil yang dicurigai bom pada pada Selasa, 16 Mei 2018.

Transmart

img_title Dari Supermarket hingga Hypermarket

Selain itu, jika sejumlah ritel lain mengerem membuka toko, Transmart justru kebalikannya dengan tetap membuka toko baru. Sedikitnya 20 gerai baru berdiri setiap tahunnya sejak tiga tahun terakhir.

"Kalau saya boleh informasikan, kita kembangkan 4 in 1. Jadi dalam satu itu ada berbelanja, kita memadukan unsur konsep hypermarket hybrid dengan departemen store, kemudian kedua adalah bersantap. Kita memadukan kuliner dengan kearifan lokal yang berjejaring nasional," ujarnya kepada VIVA.

Tak hanya itu, lanjut Satria, konsep ketiga yang tak kalah penting adalah  bermain. Di mana ada konsep mini trans studio yang tidak kalah dengan konsep trans studio yang ada di Bandung dan Makassar. 

"Jadi konsumen enggak perlu jauh-jauh. Mau memanfaatkan mainan, rekreasi bersama, cukup di tempat mereka. Dan itu kita kemas menjadi one stop shoping di sana," ujarnya.

"Intinya, fenomena ini harus membuat kita menggeliat, membuat kita terus berinovasi, karena ritel tidak akan padam. Ritel akan terus berkembang sejauh kita bisa membaca pasar dan juga mengetahui keinginan konsumen."

Tak Kalah dengan Online

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Soal bisnis online yang menjadi kambing hitam di balik penutupan sejumlah toko ritel, tidak disepakati Aprindo. Sebab, pertumbuhan sektor ritel masih positif setiap tahunnya. Roy Mandey mengatakan, tak ada korelasinya tumbuh kembang online dengan tutupnya sejumlah ritel konvensional dalam beberapa tahun terakhir.

Roy mengungkapkan hal itu dengan dilihat  penutupan toko Giant saat ini. Di mana Giant telah menutup tokonya hingga lebih dari 30 toko tapi masih memiliki 129 toko lagi. Ditambah lagi, karena Giant adalah emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, di dalam laporannya perusahaan tersebut masih mencetak laba bersih sekitar 20 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut