- VIVA/ Isra Berlian
Saat ini, tambah dia, meski terdapat 30-an toko Giant yang tutup sejak 2018, pihaknya masih tetap memiliki 125 toko yang siap memberikan pelayanan terbaik sehingga bisa memenuhi keinginan pelanggan di Indonesia.
Ketatnya persaingan di bisnis ritel diakui Vice President Corporate Communication Transmart Carrefour, Satria Hamid. Karenanya dalam mengantisipasi hal tersebut pihak Transmart sudah melakukan sejumlah perubahan dalam lima tahun terakhir.Â
Adapun perubahan yang dilakukan antara lain mempersiapkan konsep baru yang segar untuk memperbaharui toko dan memperkenalkan konsep-konsep terbaru untuk toko-toko baru Transmart.
![]()
Transmart
Selain itu, jika sejumlah ritel lain mengerem membuka toko, Transmart justru kebalikannya dengan tetap membuka toko baru. Sedikitnya 20 gerai baru berdiri setiap tahunnya sejak tiga tahun terakhir.
"Kalau saya boleh informasikan, kita kembangkan 4 in 1. Jadi dalam satu itu ada berbelanja, kita memadukan unsur konsep hypermarket hybrid dengan departemen store, kemudian kedua adalah bersantap. Kita memadukan kuliner dengan kearifan lokal yang berjejaring nasional," ujarnya kepada VIVA.
Tak hanya itu, lanjut Satria, konsep ketiga yang tak kalah penting adalah bermain. Di mana ada konsep mini trans studio yang tidak kalah dengan konsep trans studio yang ada di Bandung dan Makassar.Â
"Jadi konsumen enggak perlu jauh-jauh. Mau memanfaatkan mainan, rekreasi bersama, cukup di tempat mereka. Dan itu kita kemas menjadi one stop shoping di sana," ujarnya.
"Intinya, fenomena ini harus membuat kita menggeliat, membuat kita terus berinovasi, karena ritel tidak akan padam. Ritel akan terus berkembang sejauh kita bisa membaca pasar dan juga mengetahui keinginan konsumen."
Tak Kalah dengan Online
Soal bisnis online yang menjadi kambing hitam di balik penutupan sejumlah toko ritel, tidak disepakati Aprindo. Sebab, pertumbuhan sektor ritel masih positif setiap tahunnya. Roy Mandey mengatakan, tak ada korelasinya tumbuh kembang online dengan tutupnya sejumlah ritel konvensional dalam beberapa tahun terakhir.
Roy mengungkapkan hal itu dengan dilihat penutupan toko Giant saat ini. Di mana Giant telah menutup tokonya hingga lebih dari 30 toko tapi masih memiliki 129 toko lagi. Ditambah lagi, karena Giant adalah emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, di dalam laporannya perusahaan tersebut masih mencetak laba bersih sekitar 20 persen.