Berdaya dengan Dana Desa

VIVA –  "Sangat membantu sekali ya, khususnya untuk Kepala Desa."

Kalimat itu disampaikan Kepala Desa Warungbanten, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, ?Jaro Ruhandi saat ditanya perihal dana desa. Pria ini menuturkan, desanya sangat tertolong dengan adanya dana desa dari pemerintah pusat. Sebelumnya, kata Jaro, kepala desa di seluruh Indonesia kesulitan membangun dan mengembangkan potensi yang ada di desanya karena terkendala dana.

Ia mencontohkan, sebelum UU Desa lahir, dia sempat menyebar proposal ke sejumlah instansi pemerintahan kabupaten. Itu ia lakukan guna menjalankan program desa, termasuk mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Namun, upaya itu tidak semulus yang diharapkan.

Kepala Desa Warungbanten, Lebak Jaro Ruhandi bersama pegiat literasiKepala Desa Warungbanten, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, ?Jaro Ruhandi [baju hitam]

Impian Jaro berhasil menjadi kenyataan ketika pemerintah pusat menggelontorkan dana desa. Anggaran dana desa yang diperoleh desa di wilayah Kasepuhan Cibeber itu pun digunakan untuk menjalankan sejumlah program. Mulai infrastruktur fisik desa, jalan desa dan mendirikan TBM. Saat ini, TBM yang diberi nama Kuli Maca ini menjadi salah satu kebanggan warga desa. Karena, TBM itu dikenal banyak orang dari luar desanya, bahkan dari luar Kabupaten Lebak. Tak sedikit wisatawan lokal yang datang ke Warungbanten untuk datang melihat atau menyumbangkan buku-buku bacaan di desa yang terletak di perbatasan Kabupaten Lebak dan Pelabuhan Ratu, Sukabumi ini.

“Keberadaan Dana desa itu sangat bagus ya. Pastinya dana desa itu telah menyelamatkan kepala desa dan sangat membantu masyarakat desa,” ujarnya kepada VIVAnews, Kamis,14 November 2019.

Meningkatkan Perekonomian