SOROT 586

Ancaman Resesi Ekonomi Global

Sorot 586
Sumber :
  • Vivanews

"Memang, melihatnya bahwa pertumbuhan ekonomi global semua negara synchronize secara bersamaan mengarah ke bawah. Karena, memang melihat dari sisi ketidakpastian itu relatif masih ada, bahkan berlanjut sampai 2020," kata dia.

img_title Fed Fund Rate Turun Bikin Aliran Modal Serbu Emerging Market, Purbaya: Termasuk ke Indonesia

Meski memiliki pandangan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa stabil tahun ini. RI diproyeksi akan tumbuh di atas lima persen pada 2020, meski tidak terlalu kuat dibanding tahun-tahunnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampak dari ancaman resesi ekonomi ke Indonesia pun dipastikan Sri Mulyani, lebih baik ketimbang pertumbuhan negara-negara maju maupun emerging market lainnya. Pemerintah akan meningkatkan kewaspadaanya menyikapi dinamika ekonomi global tahun ini.

img_title Beberkan Keuntungan RI dari Memanasnya Perang Dagang AS-China, Purbaya: Biar Saja Mereka Berantem

"Indonesia masih stabil di atas 5 persen, Singapura sempat negatif growth dan terakhir diperkirakan 0,1 persen. Vietnam masih cukup tinggi, Eropa, Inggris, Jepang, India bahkan merosot di kisaran 5 persen. Thailand, Filipina terpengaruh juga. Jadi itu perlu kita waspadai," ujarnya.

Lampu Kuning

img_title IHSG Dibuka Menguat saat Bursa Asia Lesu Imbas Perang Dagang AS-China

Aura kekhawatiran para pemimpin global akan ekonomi 2020 sangat terasa dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-35 ASEAN di Bangkok  November 2019. Hal itu dirasakan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang hadir dalam kesempatan itu.

Retno mengatakan, dari sisi ekonomi, kekhawatiran itu mencuat karena berbagai lembaga internasional terus merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia. Diperkirakan pertumbuhannya pada 2019 mencapai titik terendah sejak terjadinya krisis keuangan global pada 2008, yakni hanya di kisaran tiga persen.

"Dari semua pembicaraan, maka satu kesimpulan tampak sekali kekhawatiran para pemimpin dunia mengenai situasi dunia saat ini, baik dari aspek politik dan ekonomi," ujar Retno di depan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) indonesia di Kadin, Jakarta, Selasa, 19 November 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekhawatiran itu lanjut Retno semakin menjadi-jadi setelah Managing Director Dana Moneter Internasional atau IMF, Kristalina Georgieva, menyebutkan bahwa 90 persen negara-negara ekonomi berkembang, secara serentak akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang melambat pada 2019 dan berlanjut pada 2020.

"IMF mengatakan, mayoritas pertumbuhan ekonomi dari negara maju lebih suram lagi. Beliau akui dunia masih dan akan dipenuhi ketidakpastian yaitu tekanan geopolitik dan perdagangan," ujar Retno menambahkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut