Namun ada juga yang hanya pindah ke lokalisasi yang ada di selatan Stasiun Tugu Yogyakarta. Lokalisasi di dekat Jalan Malioboro itu bernama Pasar Kembang atau sering disingkat Sarkem.
"Semua pindah kemana-mana, yang penting bisa mencari makan. Saya sendiri pindah ke Pantai Mbolong dan mengontrak salah satu rumah milik warga. Di Pantai Mbolong, Kabupaten Bantul tak beda juga dengan yang di SG. Meski saat ini sudah ditutup oleh Pemkab Bantul,"kata Anik.
Anik menambahkan para induk semang yang masih tinggal di kawasan SG yang kini menjadi Terminal Giwangan bertahan hidup dengan modal yang dimilikinya. Ada yang melanjutkan hidup dengan membuat usaha warung makan, penjual sate atau toko kelontong di sekitar terminal. "Yang benar-benar kerja keras ada yang berhasil dan yang tidak kembali menjadi induk semang,"demikian ungkap Anik.
Namun, ungkap dia, persentase induk semang dan anak semang yang tidak lagi terjun ke dunia prostitusi terbilang minim. Tidak sedikit dari mereka tak punya ketrampilan yang cukup. Hanya berpendidikan rendah dan modal sedikit, sedangkan keluarga di kampung membutuhkan uang.
"Karena tuntutan ekonomi maka mereka jadi induk semang lagi dan pekerja seks di tempat lain. Yang saat ini memiliki warung atau usaha lainnya terkadang tempat usahanya juga digunakan untuk mangkal para pekerja seks dan berlangsung secara terang-terangan," jelasnya.
Itu pula sebabnya SG masih belum bersih dari pelacuran. Praktik prostitusi, ungkap Sukro, masih terjadi oleh beberapa warga. "Masih banyak rumah milik warga di sekitar Terminal Giwangan khususnya yang berada di sisi timur terminal digunakan untuk prostitusi dan berlangsung secara terbuka,"katanya.
Sukro mengaku banyak juga rumah-rumah kontrakan disekitar terminal Giwangan yang digunakan untuk tempat tinggal para pekerja seks yang terkadang tinggal bersama dengan pacarnya."Sudah biasa yang perempuan kalau malam bekerja sebagai pekerja seks sementara pacarnya yang mengantarkan untuk mangkal atau mengantar ke hotel tempat kencan," ujar dia.
Karena daerah Giwangan berbatasan langsung dengan Kabupaten Bantul maka ketika terjadi razia dari Tramtib Kota Yogyakarta maka para wanita pekerja seks ini hanya bergeser ke selatan Terminal Giwangan sehingga aman dari razia. "Yang jelas setiap razia pasti bocor, jadi bagaimana mau menangkap mereka?" ungkapnya.
Menurutnya Sukro, beberapa lama setelah penutupan SG merupakan pukulan yang berat bagi masyarakat sekitar. Warung makan tidak laku karena sudah tidak ada pembelinya dan untuk usaha lain butuh biaya yang tidak sedikit. Namun bersamaan dengan beroperasinya Terminal Giwangan yang merupakan terminal penumpang terbesar di Yogyakarta, geliat ekonomi warga di sekitar kampung SG kembali terjadi.
"Warung makan yang tidak laku sudah kembali pulih. Warga juga banyak yang mendirikan tempat penitipan sepada motor atau mobil yang pendapatannya dalam sehari cukup lumayan. Warga ada juga yang jadi tukang ojek, karena jika tiba terlalu malam di terminal Giwangan sudah tidak ada angkutan umum," kata Sukro.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta Totok Suryo Noto mengaku meski SG sudah ditutup, namun kegiatan prostitusi tetap saja berlangsung di sekitar terminal Giwangan. Para pekerja seks menurutnya menjajakan diri di beberapa warung-warung yang ada di sekitar Terminal Giwangan.
"Biasanya mereka mangkal antara pukul 23.00 hingga 04.00," katanya. Totok mengatakan dia selalu rutin melakukan operasi. Namun yang tertangkap juga wajah lama.
Kemudian setelah disidang di Pengadilan Negeri, mereka membayar denda dan kembali mangkal. "Ya mungkin bisanya cuma bekerja seperti itu. Terus mau bagaimana lagi," ujar Totok.
Diakui Totok saat ini banyak rumah yang dikontrakkan di sekitar terminal Giwangan. Rumah-rumah itu dikontrak oleh para pekerja seks. Mereka rata-rata berumur 20 hingga 30 tahun.
"Mereka akan keluar dari kontrakan setelah ada pesanan untuk menemani tamu di salah satu hotel. Ini modus yang lebih aman karena petugas tidak mungkin merazia rumah kontrakan mereka," ungkapnya.
Totok mengatakan penutupan di Gang Dolly hampir sama dengan penutupan di SG karena ada perjanjian hitam di atas putihnya. Pemerintah punya landasan hukum yang kuat. "Dulu SG sebagai lokalisasi ditutup karena landasan hukumnya cukup kuat," jelas dia.
Totok mengatakan pada saat SG masih beroperasi, berbagai ketrampilan juga diberikan kepada induk semang dan anak semang. Namun setelah ditutup dan penghuni pindah sudah tidak diketahui lagi perkembangannya.
"Kan paling banyak warga pendatang di SG kala itu. Jadi perkembangan ekonomi mereka dari ketrampilan yang diberikan pemerintah tak dapat lagi dipantau," katanya.
Namun Totok memastikan hingga saat ini, masih ada penghuni SG yang mangkal disekitar Terminal Giwangan dan mengontrak atau kos disekitar terminal Giwangan.
"Kalau kita razia dan kita tanyai ada yang mengaku telah bekerja sejak SG dahulu ada. Padahal sudah 17 tahun SG ditutup," jelasnya.
Cerita dari Utara Jakarta
Tak hanya di Surabaya dan Yogyakarta. Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta juga pernah melakukan penutupan lokalisasi. Lokalisasi Kramat Tunggak seluas 10 hektar yang terletak di Jakarta Utara itu ditutup oleh Gubernur Sutiyoso. Penutupan dilakukan pada 1999 lalu.
Ketika melakukan penelusuran di eks lokalisasi Kramat Tunggak, VIVAnews bertemu dengan Kaspandi (58) adalah warga yang tinggal tepat di sebelah Kramat Tunggak, yang kini telah berubah menjadi Jakarta Islamic Centre. Sehari-hari, dia berdagang es kelapa muda di depan rumahnya.
Meski telah 15 tahun berlalu, Kaspandi masih ingat benar pada sepajang tahun 1998 hingga awal 1999, sekelompok ibu-ibu berunjuk rasa di depan lokalisasi. " Mereka menuntut agar lokalisasi ditutup, daripada suami mereka sering menghabiskan waktu di dalam lokalisasi," katanya.
Akibat demonstrasi yang terus-menerus digelar, akhirnya pemerintah memenuhi tuntutan warga. Kramat Tunggak yang berdiri sejak 1970 ditutup. Setelah penutupan, Kaspandi menceritakan dampaknya langsung dirasakan warga yang tinggal di sekitar lokalisasi.
Sumber :
Halaman Selanjutnya
"Mungkin yang paling merasakan adalah para tukang ojek," ujarnya. Para tukang ojek menurutnya memiliki langganan tetap. Mulai dari para WTS, mucikari hingga para lelaki hidung belang yang datang berkunjung. Kaspandi meneritakan orangtua dahulu pada awal tahun 1990-an adalah seorang tukang cuci.
Topik Terkait
Jangan Lewatkan
Nasib Letkol Arman, Berakhir Jadi Tersangka Usai Rumah Dinas TNI Diduga Dipakai untuk Markas Judi Online
Nasional
18 menit lalu
Letkol Arman ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Pomdam Jaya terkait dugaan penyewaan rumah dinas TNI di Cijantung yang digunakan untuk operasional judi online.
Nasib Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Akan Ditentukan Hari Ini, Ada Masalah Apa?
Bola
25 menit lalu
Nasib Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 menjadi sorotan setelah AFC membahas opsi penundaan akibat situasi keamanan Arab Saudi. Simak perkembangan terbarunya.
Stafsus Wapres sebut PLTP Kamojang Tidak Pakai Sumber Air Tanah Warga, Prof Lambok Jelaskan Secara Ilmiah
Nasional
26 menit lalu
Stafsus Wapres Tina Talisa secara tegas menyampaikan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat, tidak menggunakan sumber air tanah
KPK Bongkar Temuan Baru Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB, Tenda Pengungsi hingga Perahu Karet Diduga Ikut Ditilap
Nasional
32 menit lalu
KPK mendalami dugaan korupsi pengadaan barang BNPB, mulai dari HT, tenda pengungsi, selimut, pompa air, hingga perahu karet untuk penanganan bencana.
Bersanding dengan Klub Messi dan Rival Ronaldo, Persib Masuk Daftar 9 Klub Terbaik di Luar Eropa
Bola
34 menit lalu
Persib Bandung masuk daftar 9 klub terbaik di luar Eropa versi Football.com, sejajar Inter Miami dan Al-Hilal serta menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara.
BBCA kini memperpanjang periode buyback saham hingga 23 Oktober 2026 dari jadwal awal 21 Oktober. Aksi ini bertujuan mendukung stabilitas pasar modal.
Terpopuler
Pelatih Hyundai Hillstate Beri Kabar Gembira soal Megawati Hangestri dan Kim Da-in
Sport
21 Okt 2026
Pelatih Suwon Hyundai E&C Hillstate, Kang Sung-hyung, melihat perkembangan positif dalam kerja sama Megawati Hangestri Pertiwi dengan setter andalannya, Kim Da-in. Namun,
Khalid Basalamah Akui Setor Uang ke KPK Terkait Kasus Korupsi Haji, Totalnya Tembus 554.500 Dolar AS
Nasional
21 Okt 2026
Pendakwah Khalid Zeed Abdullah Basalamah mengaku telah menyetorkan uang sebesar 554.500 dolar AS ke KPK (Komisi Pmeberantasan Korupsi) terkait dugaan korupsi kuota haji.
Prof Lambok Patahkan Asumsi Negatif Publik soal Pengeboran Geothermal: Tidak Ada Hubungannya dengan Krisis Air
Nasional
21 Okt 2026
Belakangan ini, asumsi negatif publik terkait pengeboran geothermal (panas bumi) mencuat di media sosial. Bahkan, sebagian publik menilai aktivitas pengeboran
Saham BBCA anjlok ke Rp4.820, terendah dalam lima tahun. Isu akuisisi oleh Haji Isam juga langsung dibantah oleh BCA dan OJK di tengah aksi tekanan jual.
Bos RNH Travel Umrah yang Buron Ditangkap di Jateng, Ratusan Jemaah Diduga Rugi Rp12 Miliar
Nasional
21 Okt 2026
Direktur biro perjalanan umrah PT Rizqon Hasana (RNH Travel Umrah) berinisial RH yang masuk daftar pencarian orang (DPO) akhirnya ditangkap oleh polisi.
Selengkapnya
Partner
Tristan Gooijer, bek eks Ajax yang kini bermain di Lommel SK, dikaitkan dengan Timnas Indonesia. Apakah profilnya sesuai kebutuhan lini belakang Garuda?
Diduga Begal di Leuwigoong Babak Belur Dihajar Massa, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan
Bandung
7 menit lalu
Seorang pria diduga pelaku begal babak belur diamuk massa di Leuwigoong, Garut, Rabu pagi. Polisi lepaskan dua kali tembakan peringatan untuk membubarkan warga
Di Balik Perselisihan Royalti Arm dan Qualcomm: Ada Potensi Kenaikan Harga HP Flagship yang Harus Ditempuh Konsumen
Gadget
8 menit lalu
Tuntutan tarif lisensi Armv10 yang melonjak hingga puluhan kali lipat mengancam margin industri prosesor dan berpotensi melambungkan harga ponsel cerdas kelas atas.
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau rehabilitasi infrastruktur pascabencana banjir bandang di Kota Padang dengan strategi normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Selengkapnya
Isu Terkini