SOROT 297

Menyulap Lokalisasi Jadi Terminal Bus

pasar kembang
Sumber :

Rudi mengatakan selama setahun, dia kerap mendatangi mereka dan menanyakan apa yang menjadi keinginannya. Pemerintah Kota menurut Rudi juga memberikan pendampingan keterampilan kepada para WTS seperti menjahit, memasak dan tata rias.

"Bahkan saat pendekatan itu pun saya sering diuyel-uyel (dipeluk) sama PSK. Ya itu nggak pa-pa, bagian dari membantu mereka untuk mencari solusi, “ ujarnya.

img_title Kata Prabowo ke Menteri di Sidang Kabinet: Jangan Frustrasi, Nanti Dimainkan!
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo. (VIVAnews/Fajar Sodiq)
img_title Transparasi Penghitungan Suara Berbasis Digital Dipersoalkan di Sidang UU Pemilu

Akhirnya setelah satu tahun melakukan pendekatan, Rudy berhasil menutup lokalisasi ini. Hanya saja para germo meminta syarat sertifikat tanah atas bangunan yang ditempatinya itu. Kemudian pemerintah kota pun menyanggupinya untuk memberikan sertifikat tanah kepemilikan kepada mereka.
img_title Wamendagri Bima Arya Dorong Sekolah Rakyat Jangkau Lebih Banyak Anak untuk Wujudkan Cita-Cita


“Sedangkan untuk para PSK dikembalikan ke tempat tinggalnya masing-masing dengan diberi bekal uang pesangon serta ketrampilan, “ tuturnya.

Tak hanya Rudy, ada juga sosok Sarjoko yang berkontribusi dalam upaya membenahi silir. Sarjoko adalah Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ar Ridho. Sardjoko mengakui jika penutupan kawasan lokalisasi secara formal bukan berarti kawasan tersebut sudah benar-benar mati dan tidak kembali beroperasi. Karena terbukti saat kawasan Silir ditutup tahun 1997, tetap saja ada PSK yang beroperasi.

“Oleh sebab itu yang dibutuhkan itu adalah bagaimana para PSK dan mucikari ini diajak duduk bersama untuk merumuskan dan mencari solusi permasalahan mereka. Selain itu juga mengajak mereka dengan bahasa yang sesuai dengan kemampuannya. Gampangannya nguwongke uwong, “ ungkap Sarjoko.

Dengan pendekatan yang dilakukan Rudy dan Sarjoko, akhirnya Silir pun kini berganti wajah. Sekarang Silir sudah tidak lagi terkenal sebagai lokalisasi. Sarjoko dengan PKBM Ar Rido berhasil mengentaskan para PSK ini dari lembah hitam. Mereka dibekal keterampilan agar bisa mandiri.

“Buktinya, para PSK yang sudah kami bina ini sudah tidak kembali ke lembah hitam. Mereka bisa mandiri. Kampung Silir sudah bukan menjadi kawasan lokalisasi. Karena bagi kami Silir yang sekarang bukan seperti Silir yang dulu, “ jelasnya.

Lokalisasi ke Resosialisasi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Jauh sebelum ide penutupan serta penertiban lokalisasi Dolly, ternyata komplek lokalisasi Sunan Kuning Semarang sejak lima tahun silam telah menjadi daerah percontohan, rehabilitasi dan resosialisasi di Indonesia.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut