Sumber :
Bahkan, lokalisasi yang akrab disebut 'SK' oleh warga Semarang itu telah berhasil mengentaskan sejumlah wanita tuna susila (WTS) dengan berbagai program yang digalakkan pemerintah.
Sejak 2009 silam, kompleks wisata birahi yang terletak di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang itu tak hanya semata menjajakan aktivitas prostitusi. Tapi program pengentasan itu telah riil dilakukan dengan tujuan mengentaskan para WTS dari lembah hitam pelacuran untuk kembali kepada hidup normal.
Resosialisasi itu dilakukan melalui metode pembinaan kepada para WTS. Aturannya pun beragam. Para WTS tak hanya dikelola oleh mucikari (germo), namun pengelola lokalisasi punya wewenang penuh menerapkan sejumlah aturan.
"Di sini sekarang kan bukan lokalisasi, tapi resosialisasi dan rehabilitasi. Kita punya program dengan sistem tabungan dari tiap penghasilan anak asuh selama tiga tahun," kata Kepala Resos Argo Mulyo Sunan Kuning (SK) Semarang, Suwandi Eko Saputro kepada VIVAnews, Kamis 19 Juni 2014
Program itu terbukti ampuh. Terhitung di bulan Juni 2014 saja sudah ada 20 anak asuh yang berada di Resos SK telah berhasil dientaskan. Bahkan, program yang berjalan dua tahun terakhir itu dapat dipatuhi oleh seluruh anak asuh.
"Paling tidak mereka dapat Rp100 juta per tiga tahun. Di sini kan kita tekan, kalau sudah bisa dibina akan dikembalikan ke kampung halaman, dengan modal uang tersebut mereka bisa membuka usaha sesuai ketrampilan yang mereka minati, " jelas pria yang juga Ketua Paguyuban Antar Resosialiasi se-Indonesia itu.
Selama tiga tahun itu pula, mereka mendapatkan pelatihan seperti menjahit, memasak, salon serta membuat berbagai macam kerajinan serta jenis dan model ketrampilan yang lain. Harapannya mereka bisa keluar dari lembah hitam prostitusi dengan modal dari uang iuran yang telah dilakukan oleh pengelola selama mereka bekerja sebagai WTS.
Selain, pengentasan melalui rehabilitasi lembah hitam prostitusi, pengelola lokalisasi Sunan Kuning Kota Semarang juga memberikan pendidikan rohani. Seperti pengajian mingguan, bulanan bahkan rutin di tiap bulan Ramadahan.
Pendidikan rohani dengan menghadirkan sejumlah narasumber dan instansi keagamaan untuk rutin mengisi.
Halaman Selanjutnya