SOROT 305

Kisah Hebat Pengasah Bakat

Pelatih Renang nasional, Radja Nasution
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

aminuddin Rendi Chandra

img_title Ruben Onsu Mau Tes Kesehatan, Tapi Syarat dari Sarwendah Bikin Mediasi Gagal
Aminuddin bersama anak didiknya Rendi Chandra. (Foto: VIVAnews/Arjuna Nusantara)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Terpopuler: Erick Thohir Beri Peringatan ke Timnas Indonesia, Maarten Paes Rebut Kiper Utama Ajax dari Ter Stegen?
Sains dan Seni

img_title Kenapa Minecraft Dungeons Bisa Bikin Pemain Terus Mengulang Misi? Ada Rahasia di Balik Sistem Loot-nya
Para pengasah bakat ini tidak saja ditemui di lapangan maupun kolam renang. Ada juga yang mendedikasikan diri untuk mencari bakat-bakat brilian di bidang eksakta dan mengasah mereka menjadi ilmuwan hebat.

Itulah yang dilakukan Yohanes Surya. Ia hanya bermimpi sederhana, menunjukkan orang Indonesia tak kalah hebat dengan negara lain di bidang matematika dan fisika dan mampu bersaing ketika melatih anak-anak bangsa untuk mengikuti berbagai kompetisi sains dan fisika onternasional sejak tahun 1994.

Setelah 12 tahun melatih dan memimpin Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), pria kelahiran Jakarta, 6 November 1963 ini, mampu membawa Indonesia juara dunia di ajang Olimpiade Fisika Internasional tahun 2006 yang diselenggarakan di Singapura.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pulang ke Indonesia tahun 1994, Yohanes berkeinginan membawa anak-anak negeri ini menunjukkan taringnya di kancah internasional menjadi impian dasar baginya, semua ini karena ia cinta Indonesia dan menjadikan negeri ini jaya dan maju.

Padahal, ketika itu, Yohanes sedang dimanjakan oleh karirnya di Amerika Serikat. Namun ia lebih memilih pulang untuk mengabdi kepada Indonesia dan mengharumkannya.

Sejak tahun 1994 itu, Yohanes tak henti-hentinya melacak anak jenius dari berbagai kalangan di seluruh pelosok Indonesia, yang kemudia ia bawa untuk dilatih dan diikutsertakan ke dalam kompetisi-kompetisi bergengsi di bidang sains, matematika, maupun fisika.

Pada tahun pertamanya, lulusan Universitas Indonesia itu menyeleksi siswa-siswi SMA Indonesia, yang dimana terpilihlah 5 orang anak yaitu Oki Gunawan, Jemmy Wijaya, Yanto Suryono, Nikodemus Barli, dan Endi Sukma Dewata untuk ikut ambil bagian di kompetisi Internasional Olimpiade Fisika ke-24. Kompetisi itu melahirkan Oki Gunawan menyabet mendali perunggu untuk Indonesia. Hal ini menjadi cikal bakal lahirnya Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI).

"Pulang dari Amerika tahun 1994, saya langsung melatih anak-anak untuk olimpiade. Kemudian dari situ, saya ingin menunjukkan bahwa Indonesia bisa jadi juara dunia. Dulu, orang Indonesia pikir mentalnya mana bisa bersaing apalagi sains matematika tapi kenyataannya bisa, sampai 2006 kita juara dunia," ujar Yohanes saat ditemui VIVAnews, Kamis 14 Agustus 2014.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut