Sumber :
- VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
"Sudah premium susah, saat ini juga belum musim ikan," kata Dardi Nugroho, salah satu pemilik kapal nelayan, di Pantai Depok, Kabupaten Bantul, DIY.
Menurut dia, saat premium tersedia melimpah, nelayan membeli BBM dari pengecer seharga Rp7.500 per liter ditambah dengan oli sebesar Rp1.000 untuk setiap liternya.
"Setiap kali melaut, setidaknya nelayan membeli 10 sampai 20 liter," jelasnya.
Zarkasih (48), nelayan di Semarang juga mengaku pembatasan BBM bakal semakin mempersulit aktivitasnya di tengah laut. Apalagi, saat ini sedang musim paceklik yang membuat hasil tangkapan ikan menjadi berkurang banyak.
"Jadi, kalau dibatasi pasokannya, ya beban hidup kami semakin berat,"Â ujar dia.
Saat ini, ada 100 nelayan yang kerap membeli solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tambaklorok, Semarang. Bila dilihat dari jumlah kebutuhannya, pemakaian bagi para nelayan di Tambaklorok relatif tinggi dibanding lainnya.
Ada pun harga solar yang dipatok di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan memakai harga subsidi sekitar Rp5.500 per liter.
Jadi, akan kah keinginan pelaku usaha untuk menyelesaikan persoalan pengendalian BBM bersubsidi ini akan disikapi tegas pemerintah? Misalnya dengan langsung menaikkan harga BBM bersubsidi? Kita tunggu saja. (ren)
Live Streaming Timnas Indonesia U-20 Vs Laos Tak Bisa, Ternyata Ini Penyebabnya
Pertandingan Timnas Indonesia U-20 vs Laos pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 mengalami perubahan jadwal. Duel matchday kedua Grup H yang semula dijadwalkan berlangsun
VIVA.co.id
3 September 2026