- VIVAnews/Fajar Sodiq
![]()
Sejak 2010 tandon selalu kering jika musim kemarau tiba. (Foto: VIVAnews/Juna Sanbawa)
Kekeringan Musiman
Perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang tercurah pada Dusun Blandit Timur serta dua kecamatan lain yang kesulitan air bersih pada 2014, yaitu Kecamatan Kalipare dan Pagak. BPBD membagi tugas droping air dengan PMI, PDAM dan Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang.
Setiap daerah rata-rata mendapatkan tiga kali droping setiap dua hari sekali sejak Agustus 2014. Droping air bersih dipilih sebagai upaya darurat untuk mengatasi krisis air bersih yang terjadi saat ini.
"Untuk Blandit Timur sudah kami ajukan anggaran pipanisasi dari sumur bor di Dusun Banyol ke Provinsi, tapi belum turun sampai sekarang,” kata Kepala BPBD Kabupaten Malang Hafi Lutfi, Kamis.
Berikutnya BPBD berencana membuat Posko Kekeringan yang berisi lintas instansi di Kabupaten Malang. Posko ini sebagai pusat koordinasi dan informasi penanganan kekeringan dengan lebh cepat dan tepat sasaran.
"Jadi jika ada sawah yang kekeringan bisa segera kami sampaikan ke Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk mendapatkan penanganan segera, BPBD sebagai leading sektornya,” katanya.
Jika tak ada aral melintang posko dijadwalkan bekerja Senin minggu ini. Upaya itu menurutnya tidak berlebihan. "Ini untuk antisipasi El Nino saja, kami khawatir kekeringan tahun ini lebih panjang, sampai Desember,” katanya
Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Karangploso menyatakan masyarakat harus tetap tenang menanggapi isu el nino.
Tak perlu ada rasa cemas dan was-was secara berlebihan. BMKG khawatir respon yang berlebihan akan menyebar dan menyebabkan panik massal.
"Prediksi kami kemarau tahun ini berakhir di Oktober. Jika pun terjadi El Nino adalah El Nino yang lemah, karena suhu permukaan laut sampai sekarang masih normal. Masyarakat tidak perlu panik,” kata Rahmatullah Aji, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso, Kamis 11 September 2014.
Dari pengamatannya, banyak media yang menyebarkan informasi salah tentang fenomena El Nino. Anomali cuaca yang menyebabkan kemarau berkepanjangan itu disebutnya sangat kecil kemungkinan terjadi di Malang ataupun Jawa Timur bahkan Indonesia. “Tidak ada gejala itu, suhu air laut juga normal,” katanya.
Kondisi ini menurutnya jauh berbeda dengan tahun 1997, ketika terjadi kemarau berkepanjangan. Ataupun tahun 2010 saat terjadi La Nina yang menyebabkan banjir di mana saja.