SOROT 310

Wabah Maut Ebola

Baliho terkait bahaya virus Ebola di Abidjan, Pantai Gading
Sumber :
  • REUTERS/Luc Gnago

VIVAnews  - Tubuh tak bernyawa itu teronggok begitu saja di sebuah jalan di sudut Monrovia, ibu kota Liberia, pada 9 September lalu. Dia bersepatu dan berkaus kaki. Baju dan celana pun lengkap menutupi tubuhnya yang kurus.

Namun, tak ada warga yang berani mengubur mayat pria itu. Jangankan mengubur, warga bahkan ngeri mendekati mayat yang tergeletak di dekat mobil putih tua dan ban-ban bekas itu.

Menurut anggota organisasi relawan Dokter Lintas Batas (MSF), laki-laki itu diduga tewas karena terjangkit ebola, virus mematikan yang menjadi momok tak hanya di Afrika, tapi kini seluruh dunia.  Akhirnya, seperti dikutip dari kantor berita Reuters, anggota organisasi amal itu lah yang datang dan mengangkut jasad pria malang itu.

Pemandangan memilukan seperti di atas, tak kali itu saja terjadi di Liberia. Beberapa mayat penderita ebola “dibuang” keluarganya ke jalan-jalan, demikian dilansir dari laman Telegraph edisi 7 Agustus 2014.

Maklum saja, badan kesehatan di sana kacau balau gara-gara wabah ebola ini. Paramedis yang ada, bahkan kewalahan menangani pasien-pasien ebola yang jumlahnya terus bertambah.

Di sisi lain, kata Asisten Menteri Kesehatan Liberia Tolbert Nyenswah, wabah ebola memaksa sejumlah rumah sakit dan klinik tutup.Mereka tutup bukan karena membludaknya jumlah pasien, tapi lantaran staf rumah sakit dan klinik itu terlalu takut untuk bekerja.
 
Kengerian para staf itu bukan sekadar isapan jempol. Data terbaru Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, pekerja kesehatan yang terinfeksi virus ebola sudah lebih dari 100 orang.

Bukti lain kekacauan badan kesehatan setempat datang dari laporan warga di Mount Barclay Community, di luar Monrovia. Di sana, warga meyaksikan mayat-mayat korban keganasan ebola dimakan anjing di jalanan kota, akhir Agustus lalu.

Usut punya usut, rupanya insiden mengerikan itu terjadi karena petugas dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Liberia tidak terlalu dalam saat menggali tanah kuburan. Anjing yang memiliki penciuman super akhirnya bisa mengendus bau mayat. Gerombolan anjing itu pun menarik keluar mayat-mayat itu dari kuburan. Dan memakannya.

Warga yang panik kemudian melaporkan kejadian itu ke Departemen Kesehatan, seperti dikutip CBS Atlanta. Namun, tak ada tindakan lebih lanjut.

Karena bantuan tak kunjung datang, warga ramai-ramai mengejar anjing itu dan membunuhnya. Tapi, ada satu dua anjing yang lolos.
Salah satu warga, Alfres Wiah mengatakan kepada The New Dawn, insiden ini merupakan ancaman kesehatan yang serius bagi seluruh penghuni Mount Barclay Community. Anjing, kata dia, sangat mudah menyebarkan virus melalui interaksi dengan manusia.

“Kami kecewa pada Departemen Kesehatan, terutama pemerintah, yang mengambil sumpah untuk melindungi kami. Tindakan mereka itu tidak bisa kami terima. Kami tidak akan membiarkan pemerintah datang ke sini dan mengubur mayat lagi. Mengapa mereka membawa tubuh dengan ebola, tapi tidak menguburnya dengan baik?” kata Wiah. Gara-gara insiden itu pula, sejumlah penghuni sudah meninggalkan kota karena ketakutan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Rekap Kualifikasi Piala Asia U-20 2027: Indonesia Puncaki Klasemen Sementara Grup H, Vietnam Tersingkir
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut