- VIVAnews/Tudji Martudji
Sementara itu, ANTV hanya mendapatkan remah-remahnya. “Bagi kami, ada nggak ada pilkada langsung tidak terlalu berpengaruh,” ujarnya saat dihubungi VIVAnews, Kamis 2 Oktober 2014.
Pendapat berbeda dikemukakan Mas’ud Adnan. Direktur Harian Bangsa ini mengatakan, perubahan mekanisme Pilkada dipastikan akan berdampak terhadap medianya.
Sebab, selama ini, medianya banyak menerima iklan dari para calon yang maju dalam Pilkada. Namun, ia enggan menjelaskan berapa kerugian yang ia derita akibat perubahan sistem Pilkada ini. Ia juga menolak menyebutkan berapa tarif iklan di media massa yang ia pimpin.
Pukulan Telak
Hari beranjak malam. Satu per satu karyawan CV Sawoong Creative beranjak pulang. Namun, Kuncarsono tampak masih bertahan di teras rumah dengan rokok di tangan.
Ia mengatakan, Pilkada tak langsung merupakan pukulan telak dalam sejarah bisnisnya. Padahal, biaya listrik naik terus, bahan baku juga melambung, mengikuti pergerakan nilai tukar dolar.
Ongkos produksi tahun depan juga bakal naik mengikuti besaran UMK, belum lagi rencana kenaikan harga BBM.
"Banyak kawan saya yang modalnya cekak, mengaku cemas akan gulung tikar. Saya harus memutar otak untuk menyelamatkan puluhan orang yang menggantungkan nasibnya pada usaha ini,” tuturnya. (art)