- Biro Pers Istana
VIVAnews - “Lari Pak," ujar Presiden Joko Widodo memecah suasana hening di halaman Istana Merdeka pada Minggu sore, 26 Oktober 2014. Sambil tersenyum, Pratikno pun bergegas, berlari mengikuti perintah Jokowi, sapaan Presiden ke-7 RI itu.
Menteri Sekretaris Negara ini langsung menempati tempat yang sudah disediakan. Pratikno menjadi menteri pertama yang dipanggil Jokowi. Mantan rektor Universitas Gadjah Mada itu tak sendirian. Satu demi satu puluhan orang yang baru saja ditunjuk sebagai menteri berlarian saat namanya dipanggil Jokowi.
Sesekali Jokowi masih memerintahkan para pembantunya itu untuk berlari. "Ayo Pak lari, lari," ujar Jokowi mengulangi. Para pembantu Jokowi lima tahun ke depan itu pun berlarian dari teras Istana Merdeka saat namanya dipanggil satu demi satu.
Semuanya seragam, mengenakan kemeja warna putih dipadu celana warna hitam. Kompak, semua menteri menggulung lengan kemeja putih mereka yang tampak masih baru. Tak hanya itu, para menteri ini juga tak memasukkan pakaiannya ke dalam celana dan membiarkan bagian bawah baju menjuntai keluar.
Setelah beberapa kali mengalami penundaan, Jokowi akhirnya mengumumkan susunan kabinetnya pada Minggu petang itu. Ada 34 orang yang dipilih, empat di antaranya merupakan menteri koordinator. Pengumuman dilakukan di halaman tengah Istana Merdeka, di bawah rimbun pohon Trembesi dan kicauan burung di sore hari.
Kabinet Kerja, demikian nama yang disematkan susunan menteri pilihan Presiden Jokowi ini. Pengumuman dilakukan secara sederhana, tanpa jas, tanpa upacara. "Itu permintaan Pak Jokowi. Meminta agar menteri-menterinya seperti Beliau. Bagaimana cara bekerjanya pun harus seperti presidennya," ujar Andi Widjojanto, mantan deputi Tim Transisi usai pengumuman kabinet.
Menurut Andi, baju putih dengan lengan yang digulung adalah simbol orang bekerja. "Pakaian yang dipakai menunjukkan simbol. Baju digulung menunjukkan bahwa itu adalah Kabinet Kerja," tuturnya.
Respons Publik
Sejumlah kalangan menanggapi dingin pengumuman kabinet ini. Mereka menilai, komposisi menteri tak sesuai ekspektasi. Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Cecep Hidayat mengatakan, Kabinet Kerja adalah kabinet biasa, tak ada yang istimewa. Ia menilai, banyak menteri yang tak sesuai kompetensi.
Puan Maharani misalnya. Cecep menyoal rekam jejak dan portofolio putri Megawati Soekarnoputri tersebut. Tak hanya itu, Cecep juga mempertanyakan masuknya sejumlah nama yang selama ini dianggap bermasalah.