SOROT 322

Lewat Alam Mereka Belajar

anak-anak sekolah alam bogor
Sumber :
  • sekolahalambogor.com
VIVAnews -
img_title Penyebab Kematian Adjie Massaid yang Bikin Aaliyah Trauma Sampai Sekarang
Enam saung menyembul di antara rimbunan pohon-pohon yang berdiri kokoh di sebuah bidang di pinggiran kota Depok. Saung dua lantai yang cukup luas itu beratap rumbia, tidak berdinding, dan tanpa sekat. Di halaman saung terlihat sarana dan prasarana bermain anak. Sekilas tempat ini seperti taman wisata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Harga Komponen PC Makin Mahal, Mana yang Lebih Untung Bangun Sendiri atau Beli Jadi di 2026?

Namun jika melihat berbagai macam hasil prakarya, lukisan dan tulisan yang bergantung di berbagai sudut saung, niscaya orang akan berpikir ulang. Ya, saung ini merupakan bagian dari Sekolah Alam Indonesia (SAI) di Jalan Meruyung, Pancoran Mas, Kota Depok. Sekolah alternatif ini memang tidak seperti sekolah-sekolah pada umumnya, yang berlomba-lomba mendirikan bangunan kokoh nan megah. Namun meski bangunannya hanya terbuat dari material kayu, sekolah ini tidak mengurangi kebersahajaannya.
img_title Polda Kalsel Bidik 2 Korporasi di Balik Karhutla Banjarbaru, 74 Lokasi Diselidiki


Saung bagi SAI bukan tempat mengungkung anak didik, karenanya bangunan itu dibuat sangat terbuka. Saung di sini merupakan tempat berkumpul. Benar-benar hanya untuk berkumpul. Karena tempat belajar yang sebenarnya bagi sekolah ini adalah alam raya. Di sini belajar tidak melulu harus membuka buku pelajaran dan murid mendengarkan guru bicara di dalam kelas. Belajar di sekolah ini bisa di mana saja, di lapangan, di sawah, bahkan di atas pohon. Metode pun dikemas sedemikian rupa dalam bentuk permainan.

Saat VIVAnews menyambangi sekolah ini, Kamis siang 11 Desember 2014, terlihat aktivitas ratusan anak mulai dari Taman Kanak-kanak sampai Sekolah Menengah Pertama. Kepala SAI Meruyung, Ludfiono, menuturkan, sekolah memang menerapkan konsep bermain dalam ajar mengajar. Di sini, masing-masing kelas dihuni 22 murid. Mereka didampingi sepasang guru, laki-laki dan perempuan. Kedua guru ini merupakan  pengganti sosok ayah dan ibu. Pendekatan ini dinilai efektif membentuk karakter anak.

"Contoh, ada murid-murid perempuan yang lebih nyaman jika mereka bercerita kepada sesama perempuan atau sosok ibu. Ini membuat mereka menjadi lebih terbuka," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Selain metode mendekatan ala orangtua, di SAI, murid didik juga diperkenalkan langsung kepada alam sehingga tidak membuat mereka jenuh enam jam menimba ilmu di sekolah.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut