SOROT 323

Tersuruk karena Minat Baca Buruk

1001 buku
Sumber :
  • http://www.1001buku.or.id

VIVAnews - Rak warna biru itu tak baru lagi. Ratusan buku berjejal, berebut tempat. Sejumlah buku tampak tercecer. Tak lagi muat tersusun di empat rak di teras rumah itu.

Di samping rak, berdiri kotak kayu warna orange. Satu sisinya bertuliskan Free Library. Laiknya celengan, kotak itu berfungsi menampung donasi untuk pengadaan buku.

Teras itu kini semakin penuh dengan coretan di kertas plano, yang menempel di dinding rumah bagian depan. “Buku Jendela Dunia”, “Saya senang bermain sambil belajar,” dan “Membaca buku membuat kita pintar” merupakan sebagian dari tulisan yang menempel di kertas warna buram itu.

img_title Heboh Ibunda Ayu Ting Ting Diduga Lepas Hijab, Foto Asli atau Editan?

Tepat di atasnya, terdapat poster promosi latihan menari yang menempel di white board ukuran 30x20 cm.

Di dinding teras rumah yang terletak di Manggarai, Jakarta Selatan itu, terbentang spanduk bertuliskan "Rumah Baca Zhaffa". Sudah enam tahun, rumah yang dijepit gang sempit ini menjadi "perpustakaan umum" bagi warga.

Melangkah ke dalam rumah, tampak sejumlah anak sibuk menekuri buku di pangkuan. Sementara, yang lain membaca buku sambil tiduran di lantai. Ada juga yang sedang mencoret-coret buku tulis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sisanya, memilih bermain lego sambil bercanda dan bersenda gurau. Anak-anak ini tampak tak tertarik menonton televisi yang dipajang di atas meja, tepat di samping mereka.

Pendiri dan pengelola Rumah Baca Zhaffa, Yudi Hartanto (38) mengatakan, rumah baca yang bertempat di rumahnya itu sudah berdiri sejak 24 Agustus 2008. Keinginan yang sudah ia pendam sejak 2006 itu baru terwujud setelah orangtuanya mengizinkannya menggunakan rumah mereka untuk dijadikan taman baca gratis.

img_title Anindya Bakrie Beri Suntikan Semangat, 14 Perenang Indonesia Siap Tempur di Asian Games 2026

Rumah Baca Zhaffa

Rumah Baca Zhaffa tak pernah sepi. Beragam usia datang silih berganti. Namun, sebagian besar pengunjung didominasi anak-anak.
img_title Komisi III DPR Jamin RUU Perampasan Aset Diketok 15 Desember, Meski Ada yang Tak Suka

Awalnya, ia hanya minta izin menggunakan teras. Namun, ternyata pengunjung memilih membaca di ruang dalam rumahnya yang tak seberapa besar. Alhasil, rumahnya nyaris berubah fungsi menjadi perpustakaan.

“Alasan utama harga buku semakin mahal,” ujar Yudi saat VIVAnews berkunjung ke rumah bacanya pada Selasa malam, 16 Desember 2014.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Menurut dia, kondisi itu menyebabkan masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah sulit mengakses buku dan bahan bacaan. Selain itu, ia sengaja mendirikan rumah baca untuk meningkatkan minat baca anak-anak.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut