SOROT 327

Membangun Mimpi dengan Tangan Sendiri

Sekolah Pertanian SPP Al-Bayyan dan Sarimukti
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin

Lihat VIDEO-nya di

img_title INFOGRAFIK: Sekolah Petani

Sekolah Pertanian SPP Al-Bayyan dan Sarimukti

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekolah ini didirikan agar anak-anak desa tak hanya mengerti agama, namun juga memiliki pengetahuan umum, khususnya keterampilan di bidang pertanian Foto: VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin
img_title Menggapai Asa dari Balik Bukit

Membangun Mimpi
img_title Menggali Ilmu di Sawah


SMP Al Bayyan merupakan pengembangan dari Pondok Pesantren Al Bayyan. Sekolah ini didirikan agar anak-anak desa tak hanya mengerti agama, namun juga memiliki pengetahuan umum, khususnya keterampilan di bidang pertanian. Pengasuh Pondok Pesantren Al Bayyan, OO Rosyadi (41), menjelaskan, SMP Al Bayyan diperuntukkan untuk anak-anak miskin dan tak mampu. Sekolah ini tak menarik biaya sepeser pun dari siswa. Bahkan, sekolah mengusahakan kebutuhan belajar siswa seperti buku, alat tulis dan seragam.

"Fokus sekolah ini adalah pertanian,” ujarnya. Pertanian dipilih, karena sebagian besar warga desa merupakan petani. Juga agar anak-anak bisa mengembangkan pertanian di desanya.

Ia mengatakan, semua pembangunan murni swadaya masyarakat. Pemerintah tak turut campur dalam proses pendirian dan pembangunan sekolah ini. Biaya operasional ditanggung bersama oleh masyarakat, staf pengajar serta pesantren.

Hal itu dibenarkan Saedin, salah satu orang tua siswa. ia mengatakan, tiga anaknya sekolah di SMP Al Bayyan dan semuanya bebas dari biaya. Tak hanya itu, kadang anaknya mendapatkan bantuan dari sekolah baik berupa buku atau seragam. Ia dan warga lain merasa sangat terbantu dengan keberadaan sekolah ini. Untuk itu, ia bersama warga lain bahu membahu dan gotong royong membangun gedung sekolah untuk SMP Al Bayyan.

Saedi berharap, sekolah ini dapat meningkatkan pendidikan dan taraf hidup masyarakat. Ia tak ingin anak-anaknya hidup susah dan miskin seperti dia. Harapan senada disampaikan Hasanudin. Ia tak ingin anak-anaknya tak berpendidikan sepertinya. Ia ingin, anak-anak di desa Sukamukti bisa mengenyam pendidikan dengan baik agar bisa membangun desa dan mengembangkan pertanian. Karena itu ia dan warga lain rela berkeringat dan berdarah-darah membangun sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Hasanudin lalu kembali bekerja, membuat tangga sekolah dengan adukan pasir ala kadarnya. Saedi tampak sibuk memotong dan menghaluskan kayu untuk dinding sekolah anaknya. Warga yang lain juga kembali ke pekerjaan masing-masing. Sementara, anak-anak mereka, siswa SMP Al Bayyan kembali masuk ke saung sederhana yang disulap menjadi ruang kelas mereka. (umi)
 Ilustrasi kekerasan atau bully

Orang Tua Murid yang Diskors Adukan Kepala Sekolah ke Polisi

Murid merasa dirugikan karena sebentar lagi akan Ujian Nasional.

img_title
VIVA.co.id
7 Februari 2015
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut