- VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin
VIVA.co.id - Puluhan anak terlihat meriung di ruangan seluas lapangan bola volley. Mereka duduk di lantai yang terbuat dari papan kayu.
Ada yang melapisi lantai dengan karpet karena tak kuat menahan dingin yang menusuk dari kayu yang mulai lapuk. Dinding ruangan yang terbuat dari anyaman bambu tak mampu menahan udara dingin yang turun dari lereng gunung.
Beberapa dari mereka terpaksa mengenakan sweater guna menangkal dingin.
Di samping mereka, puluhan buku tampak tersusun rapi di atas papan yang melintang.
Buku-buku tentang pertanian ini menempel pada dinding yang kapurnya sudah mulai rontok di sana sini. Anak-anak ini merupakan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Siang itu, mereka sedang belajar cara merawat tanaman.
Tak ada meja dan kursi laiknya sekolah. Juga tak ada alat peraga layaknya sekolah kejuruan.
Bahkan tak tampak poster kepala negara dan wakilnya di dinding ruangan, apalagi foto pahlawan. Hanya ada dua white board berukuran besar.
Salah satunya sedang dicoret-coret perempuan berusia muda yang sedang mengajarkan bagaimana cara merawat tanaman dengan benar.
“Apakah tanaman butuh makan dan minum?” ujar perempuan tersebut bertanya. Anak-anak ini serempak menjawab, “Butuh!”
Perempuan ini lalu menjelaskan, seperti manusia, tanaman juga membutuhkan makanan dan minuman. Nama perempuan ini adalah Ai Anti Srimayanti (19). Ia merupakan salah satu guru di SMK Pertanian Sarimukti.
Mahasiswi semester pertama di salah satu universitas swasta di Garut ini merupakan lulusan SMK Pertanian Sarimukti. Mahasiswi jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) ini dua kali mengajar dalam sepekan.
Ini dia lakukan sebagai bentuk pengabdian kepada sekolah tempat ia dulu medngenyam pendidikan. Meski kuliah di jurusan PAI, Anti merasa tak kesulitan mengajar mata pelajaran pertanian.
Pasalnya, ia sudah mendapatkan cukup ilmu dan keterampilan tentang pertanian saat belajar di SMK. “Meski saya kuliah di jurusan lain, apa yang kita tahu harus kita bagikan,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 15 Januari 2015.