- VIVA.co.id/Juna Sanbawa
"Gelombang tinggi dan angin kencang," ujarnya. Selain itu, ikan juga sudah mulai sulit ditemukan.
Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan sepuluh tahun lalu. "Ndak tahu, apakah karena musim yang tak menentu atau karena hal lain. Tapi saat ini memprediksi cuaca sangat susah," ujarnya dengan nada getir.
Tak hanya nelayan, petani juga bernasib sama. Akibat iklim yang tak menentu, para petani di Yogyakarta gagal panen.
Rujito, salah satu petani di kawasan Pantai Samas mengaku sangat terpukul dengan serangan hama pada tanaman cabai dan bawang merah miliknya. "Meski dikasih obat tetap saja hama tak mati," katanya, Rabu, 25 Februari 2015.
Hama berupa ulat rengit sangat susah diberantas. Bahkan, hama rengit membuat tanaman sama sekali tak berbuah meski tanaman terlihat subur.
"Ini yang bikin stres petani sayur. Dibiarkan akan menular. Jika dicabut maka habis sayuran yang kita tanam."
Krisis Pangan
Lembaga pemerhati lingkungan, Greenpeace, menyatakan apa yang dialami oleh nelayan dan petani di Yogyakarta merupakan impak dari perubahan iklim. Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara Arif Fiyanto mengatakan, saat ini dunia, termasuk Indonesia sedang mengalami fenomena alam yang disebut perubahan iklim.
Hal ini terjadi karena adanya proses pemanasan global. Ilmuwan bersepakat, penyebab utama perubahan iklim karena meningkatnya emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh berbagai aktivitas utama yang memicu pelepasan emisi karbon ke atmosfer.
Kondisi ini akan berdampak terhadap meningkatnya permukaan air laut, perubahan pola musim, seperti kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan.

Kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan membuat petani gagal panen.
Selain itu juga menyebabkan musim hujan yang pendek namun dengan curah hujan yang sangat tinggi dan menyebabkan terjadinya banjir. Juga kekeringan yang memicu kelangkaan air dan gagal panen.
Menurut dia, sebagai negara kepulauan yang terletak di daerah tropis, Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap ancaman dan dampak dari perubahan iklim. Menurut laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), Indonesia diperkirakan akan menghadapi berbagai ancaman dan dampak dari perubahan iklim, di antaranya menurunnya produksi pertanian.