SOROT 335

Pasar Gede, Ikon Kuliner Warisan Leluhur

Suasana di salah satu sudut Pasar Gede di Solo
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fajar Sodiq

Suasana di salah satu sudut Pasar Gede di Solo

img_title Bukan Pasar Biasa

Suasana di depan Pasar Gede Solo saat malam hari. Foto: VIVA.co.id/Fajar Sodiq

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA



Arsitektur pluralis
Belum lagi, gaya arsitektur Pasar Gede yang kental dengan nuansa art deco, juga mampu menarik minat para pelancong. Mungkin sejak semula Pasar Gede didirikan untuk menumbuhkan pluralisme di Surakarta. Betapa tidak, Pasar Gede memiliki gaya arsitektur perpaduan Belanda dan Jawa.

Pasar ini dibangun oleh arsitek berkebangsaan Belanda, bernama Ir. Thomas Karsten pada masa Paku Buwono X memerintah Keraton Surakarta, tahun 1927. Konon, pembangunan pasar ini butuh waktu tiga tahun. Pasar ini diresmikan pada 12 Januari 1930. Pasar yang terletak di sebelah utara Keraton Solo itu, diberi nama Pasar Gede Hardjonegoro.

Diberi nama Pasar Gede, konon katanya, merujuk pada atapnya yang besar dan terlihat megah. Dalam perjalanannya, Pasar Gede turut serta mendampingi perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada tahun 1947, Pasar Gede menjadi salah satu sasaran amuk tentara Belanda. Setelah agresi militer II berakhir, tahun 1949 pemerintah RI membenahi pasar ini.

Pasar yang terdiri atas dua bangunan itu juga pernah terbakar pada 1999. Ada yang bilang pasar itu diamuk massa yang kecewa saat Megawati Soekarnoputri gagal menjadi Presiden setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memenangi Pemilu. Tapi, ada juga yang menyebut kalau kebakaran itu terjadi murni karena kecelakaan.

Namun yang jelas, saat ini Pasar Gede menjadi salah satu aset pariwisata penting bagi Pemkot Solo. Sejak 2011, Pemkot Solo melakukan penataan di Pasar Gede. Mulai dari kebersihan, hingga mentalitas jujur pada 900 pedagang yang beraktivitas di Pasar Gede, terus dilakukan Pemkot.

Dalam waktu dekat ini, Pemkot Solo kembali akan merenovasi pasar yang tiap hari dikunjungi tak kurang dari 3.000 orang itu. Renovasi atau revitalitasi itu, menurut Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Solo, Subagio, tetap memperhatikan nilai historis Pasar Gede.

Layak ditunggu perbaikan yang dilakukan pemkot. Semoga tetap pluralis dan tidak membuat Pasar Gede jadi individualis layaknya pusat perbelanjaan modern. (art)

img_title BYD Belum Bisa Bernapas Lega, Sengketa Merek Denza Masih Bergulir
Suasana di salah satu sudut Pasar Santa

Pasar Santa, Pasar untuk Semua

Dari sebuah pasar sayur, kini juga jadi tempat nongkrong.

img_title
VIVA.co.id
14 Maret 2015
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut