- VIVA.co.id/Fajar Sodiq
Pusaran akulturasi budaya
Bukan saja kuliner khas Solo. Di area Pasar Gede, ada pula makanan khas Tionghoa. Salah satu yang cukup tersohor adalah tahok. Makanan ini berbahan dasar kedelai yang dilumatkan. Asal kata tahok, yaitu tao atau teu yang berarti "kedelai", dan hoa atau hu berarti "lumat".
Makanan ini dibawa oleh keturunan Tionghoa yang tinggal di sekitar Pasar Gede, yang diturunkan pada generasi penerusnya. Meski begitu, tahok cukup digemari berbagai etnis.
Sebagai sebuah pasar, Pasar Gede tidak saja menjadi pusaran ekonomi. Lebih dari itu, Pasar Gede mampu menjadi ranah budaya yang di dalamnya ada unsur sosial sekaligus ekonomi.
Di tilik dari lokasinya, Pasar Gede yang masuk wilayah administrasi Kelurahan Sudiroprajan itu, terdapat kompleks pecinan yang terkenal dengan sebutan Balong. Bahkan, di sebelah selatan Pasar Gede, ada Kelenteng Tien Kok Sie.
Adalah keniscayaan bila ada pedagang keturunan Tionghoa di Pasar Gede. Aktivitas multietnis tersebut berlangsung cukup harmonis. Tidak saja di perdagangan, perbauran etnis juga terasa saat ada hajat besar seperti perayaan Tahun Baru Imlek.
Seperti saat VIVA.co.id berkunjung ke pasar tersebut awal Maret ini. Atmosfer kemeriahan Imlek masih tersisa dengan lampion merah tergantung di pelataran Pasar Gede.
Sebagai bukti kuatnya akulturasi budaya Tionghoa-Jawa, tiap Imlek selalu diadakan Grebeg Sudiro. Lazimnya, Grebeg digelar oleh keraton untuk merayakan hari besar seperti Tahun Baru Suro atau Maulud Nabi.
Seperti Grebeg yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta, dalam Grebeg Sudiro juga terdapat gunungan. Namun, dua gunungan Grebeg Sudiro terbuat dari kue keranjang. Pada perayaan Imlek bulan Februari lalu, sedikitnya empat ribu kue keranjang yang disusun menjadi gunungan diarak keliling kota.
Dua gunungan kue keranjang berbentuk miniatur Panggung Sanggabuwana dan Klenteng Tien Kok Sie menjadi gunungan utama. Selain dua gunungan utama, ada juga gunungan yang terbuat dari jajanan khas Tionghoa lainnya. Gunungan-gunungan itu, diarak dan dibagikan (tepatnya diperebutkan) masyarakat.
Gelaran Imlek di Pasar Gede, selalu mengundang decak kagum wisatawan. Ihwal ini dibenarkan oleh Subagio, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Menurutnya, ribuan lampion di area Pasar Gede dan Grebeg Sudiro selalu menarik minat wisatawan.