Skandal FIFA dan Nasib Sepakbola Indonesia

Presiden FIFA Sepp Blatter memberikan keterangan pers di Zurich, Swiss
Presiden FIFA Sepp Blatter memberikan keterangan pers di Zurich, Swiss
Sumber :
  • REUTERS/Ruben Sprich

VIVA.co.id - Suara pintu diketuk memecah ketenangan Hotel Baur au Lac. Dua pria yang mengenakan jaket hitam tampak mengetuk pintu salah satu kamar hotel yang terletak di Swiss ini.

Tak berapa lama, seorang pria berambut necis dengan pakaian rapih keluar kamar. Pria ini terlihat kaget, demi melihat dua pria yang menyatroni kamarnya tersebut. Namun, ia pasrah setelah kedua pria tersebut menunjukkan surat penangkapan dari pemerintah Swiss dan Biro Investigasi Amerika Serikat (FBI).

Sebelumnya, belasan polisi tanpa seragam terlihat siaga dan berjaga di luar hotel yang berdinding putih ini. Sebagian dari mereka terlihat mendatangi meja utama di lobi hotel. Mereka meminta kunci kamar kepada resepsionis, sebelum mencokok sejumlah orang yang bermalam di hotel mewah tersebut.

Tak berselang lama, dua orang terlihat digiring keluar dari kamar. Mereka tak diborgol dan tak melakukan perlawanan. Salah satu dari dua orang yang dicokok FBI ini adalah ofisial FIFA asal Costa Rica, Eduardo Li.

Ia tampak menyeret sebuah koper dengan logo FIFA. Kedua pria tersebut langsung digiring menuju mobil sedan hitam yang sudah menunggu di luar hotel.

"Pejabat FIFA Ditahan Terkait Tuduhan Korupsi: Sepp Blatter Bukan di Antaranya" tulis surat kabar top Amerika Serikat, The New York Times, dalam tajuk utamanya bertanggal 27 Mei 2015 lalu.

FBI Geledah Kantor CONCACAF Terkait Dugaan Korupsi FIFA

FBI menggeledah kantor CONCACAF di Florida, AS, terkait dugaan kasus korupsi FIFA. Foto: REUTERS/Javier Galeano

Halaman Selanjutnya
img_title