SOROT 348

Puasa Membawa Sehat

Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi



Perintah Nabi

Puasa menyehatkan, bukan hanya ditinjau dari sisi medis, namun juga dari sisi agama. Wakil Ketua Umum MUI, KH Ma`aruf Amin menjelaskan, bahkan ada perintah Nabi Muhammad SAW yang berbunyi: Puasalah kamu, maka niscaya kamu akan sehat.

“Pembenarannya bertambah, dengan adanya penelitian-penelitian medis yang membuktikan bahwa betul, puasa membawa kesehatan. Maka kebaikan anjuran Nabi kian terbukti,” ujar Amin.

Bahkan sejak sebelum Islam ada, lanjut Amin, orang sudah berpuasa, meski kala itu bukan untuk agama tapi karena alasan kesehatan semata. Dalam Islam, berpuasa memunyai dua nilai, selain untuk kesehatan juga punya nilai ibadah.

img_title Bugar Kala Puasa

Jadi kalau ada orang non muslim berpuasa, ia hanya mendapat kesehatan, sementara maka bagi umat Islam, ia akan mendapat pahala.

Manfaat kesehatan dari berpuasa juga diakui oleh Cristine Martha Naibaho, gadis manis yang memeluk agama Kristen. Karyawati sebuah perusahaan swasta ini mengaku, kini badannya jadi lebih fit semenjak berpuasa.

Ia pun senang, karena sebentar lagi bulan puasa bagi umat muslim tiba, karena ini artinya, ia jadi punya banyak `teman` yang sama–sama melakoni puasa. "Meski saya Nasrani, tapi sangat menjaga toleransi, puasa jadi bersemangat, karena banyak teman Islam yang bersama-sama berpuasa," tuturnya, Kamis, 11 Juni 2015.

Wanita yang memiliki tinggi 165 sentimeter ini katakan, kalau ada waktu ia ingin menghadiri beberapa acara yang menyelenggarakan kegiatan berbuka bersama. Tujuannya mendukung acara yang dilakukan teman-teman beragama muslim. "Kebetulan keluarga saya juga rajin puasa, jadi tidak banyak komentar saat saya mulai ikut berpuasa," ujar Cristine.

Dalam tradisi Kristen, dikenal pula beberapa macam cara berpuasa, di antaranya puasa penuh, yaitu tidak makan tidak minum, maksimal tiga hari. Lalu ada puasa sebagian: tidak makan, tetapi boleh minum selama tujuh hari.

Suka-duka Puasa

Ramadhan menjadi bulan suci yang ditunggu-tunggu dalam setahun oleh umat muslim. Menahan lapar, haus, dan nafsu selama kurang lebih 12 jam, mungkin telah terbiasa dilakukan masyarakat di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun banyak umat muslim di berbagai belahan dunia lain, yang harus berjuang menjalani ibadah puasa, dengan waktu lebih lama karena perbedaan waktu.

Salah satunya, Ganesha Yogiswara, WNI yang tinggal di New York, Amerika Serikat, sejak 2007.  Pria yang akrab dipanggil Yogi itu menuturkan, di negara Paman Sam ia menjalani puasa lebih dari 15 jam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Racikan Menu Sehat Puasa
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut