- VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
Ditinjau dari sisi kesehatan, berpuasa terbukti membawa manfaat kesehatan. Dr. Tri Ari Wibowo, dari laman Meetdoctor.com, menjelaskan, saat berpuasa, organ pencernaan manusia beristirahat dari aktivitas rutin.
Hal ini akan membawa dampak positif pada kesehatan tubuh. Berpuasa, ia definisikan sebagai periode, di mana seharusnya tubuh tidak sembarangan mengasup semua jenis makanan.
“Saat puasa sistem pencernaan kita jadi terjaga karena kita mengistirahatkan saluran pencernaan (usus), beserta enzim dan hormon yang biasanya bekerja maksimal mencerna makanan, terus-menerus selama kurang lebih 18 jam,” ujar dokter yang sering dipanggil Aria itu.
Menurut, saat Anda berpuasa, utamakan mengonsumsi air, vitamin, dan elektrolit. Artinya, perbanyak minum air putih, buah-buahan, atau pilih jus buah tanpa gula.
Air kelapa juga boleh, karena ia mengandung elektrolit, namun setelahnya, tetap harus ditutup air putih. Saat sahur dan berbuka, Aria berpesan sebaiknya minimal seliter air putih masuk ke tubuh kita.
Yang perlu diketahui, adalah saat tidur tubuh kita kehilangan berat sebanyak 1-2 kilogram, dan yang hilang itu air. Maka, berpuasa dengan berfokus pada restorasi cairan, adalah langkah terbaik.
“Saat berbuka, pilih menu utama yang terdiri dari karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, spageti, atau bubur kacang hijau dengan gula aren. Karbohidrat jenis ini, akan lebih tahan lama dalam membuat gula darah stabil, sehingga mood Anda relatif lebih baik saat seharian puasa,” terang Aria.
Jangan lupakan serat, baik yang dari sayur atau buah. Selain bisa membersihkan usus, serat adalah `sapu alami` yang membantu kita membersihkan sisa daging di sela-sela usus.
Saat sahur, pilih lemak sehat atau minyak yang tidak digoreng, seperti minyak zaitun, minyak kelapa, atau flaxseed oil. Lemak membuat pergerakan makanan di perut lambat, sehingga Anda lebih tahan lapar.
Untuk minuman berbuka, baiknya pilih yang manis alami tanpa gula. Air kelapa, jus melon atau semangka dianjurkan. Hindari gula pasir, karena ia akan menyebabkan efek `yoyo` (cepat turun - cepat naik) pada timbangan di Hari Raya, dan memberi dampak kesehatan yang kurang baik.
Utamakan makanan yang tidak digoreng, karena ia bisa membuat Anda mengantuk saat salat Tarawih. Hal ini terjadi, karena gorengan mengikat oksigen darah kita sampai 20 persen.
“Makanan yang harus dihindari selama puasa, adalah menu yang terlalu asam, pedas, dan digoreng. Lalu buat Anda yang punya riwayat penyakit tertentu, agar aman berpuasa, kontrol ke dokter dulu, untuk mengetahui, apakah dengan kondisi penyakit itu masih diperbolehkan berpuasa,” lanjut sang dokter.