- VIVA.co.id/Tasya Paramitha
Awalnya, konsep "Kampung Batik" mencakup satu RW yang terdiri atas satu workshop dan satu gerai batik di setiap RT. Namun, rencana ini belum bisa tercapai, karena sejumlah kendala.
"Rencana awalnya begitu, tapi biasa kan, kalau warga menunggu jadi. Akhirnya kami memberanikan diri membuka 'Rumah Batik Palbatu' yang menjadi tempat workshop sekaligus gerai. Jadi, bisa jualan produk batik hasil karya warga. Sekalian menjadi contoh supaya warga mengikuti di rumah masing-masing," Iwan menambahkan.
Sejumlah kain batik terlihat di Rumah Batik Palbatu di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. Foto: VIVA.co.id/Tasya Paramitha
Proses mendirikan dan mengembangkan "Kampung Batik" tak semulus yang dibayangkan. Sejak awal pendirian, tak sedikit warga yang menentang rencana tersebut. Iwan mengatakan, banyak warga yang tak sepakat dengan ide mendirikan "Kampung Batik" tersebut.
"Sampai sekarang pun masih ada yang kontra. Kami harus sabar menjelaskan tujuannya satu per satu supaya mereka bisa menerima. Yang pro kami ajak, yang kontra kami informasikan pelan-pelan," kata Iwan.
Saat ini, "Rumah Batik Palbatu" menjadi pusat kegiatan "Kampung Batik". Rumah kontrakan yang tak seberapa luas ini buka setiap hari. Karena, selain menjadi gerai, rumah ini menjadi workshop membatik bagi warga atau tamu dari luar Palbatu yang ingin belajar cara membuat batik.
Setiap harinya, Iwan dan kedua temannya bergantian untuk mengajarkan para peserta tentang proses pembuatan batik. Warga setempat selalu dilibatkan sebagai pendamping peserta saat belajar membatik. Kini, sudah ada lima gerai batik milik warga di "Kampung Batik Palbatu".
Batik Jakarta
Iwan mengatakan, dia belum menemukan "Kampung Batik" yang memiliki konsep seperti yang ia dan kawan-kawannya lakukan di Jakarta. Menurut dia, selama ini, yang ada adalah gerai kain batik yang mengklaim sebagai kampung batik.
Menurut dia, sejarah batik Betawi berasal dari keraton. Namun, zaman dahulu, batik hanya dikenakan para saudagar China. Karena, hanya mereka yang memiliki uang untuk membuat kain batik.
"Pembatik Betawi zaman dulu ada. Yang membuat batik encim China yang bunga-bunga dan warna-warni itu adalah pembatik Betawi. Disebutnya, batik encim bukan batik Betawi," ujarnya.
Sebelum mendirikan kampung batik, Iwan mengaku belum bisa membatik. Ia lantas belajar membatik dari perajin batik kenalannya di Pekalongan. Ia banyak bertanya dan berdiskusi dengan para tokoh serta orang yang mengerti batik.