VIVA.co.id - Elly… Elly… Elly! Teriakan itu begitu membahana di pertengahan 1980an. Dari orang tua sampai anak-anak mengidolakan sosok Elyas ‘Elly’ Pical, juara dunia tinju pertama dari Bumi Pertiwi.
Ya, saat itu, publik Tanah Air begitu terhipnotis oleh Elly. Semua dilanda euforia dan demam Elly Pical. Bahkan, anak-anak banyak yang ingin menjadi petinju.
Tiap kali Elly manggung di ring, denyut nadi kehidupan di Tanah Air seolah berhenti. Pusat perhatian beralih ke layar kaca di rumah-rumah, dari tingkat RT sampai kelurahan. Meski kadang 'kotak ajaib' bernama tivi itu masih berlayar kaca hitam putih.
Itulah fenomena Elyas Pical, pahlawan tinju nasional yang masih terngiang sampai kini. Pesonanya masih hidup di relung sanubari pecinta olahraga tanah air.
Berbakat
Lahir di sebuah desa bernama Ullath, Kecamatan Saparua, Maluku Tengah, 24 Maret 1960, bakat Elly sebenarnya sudah terendus sejak kecil. Ia sudah memulai aksinya di pentas tinju sejak usia 13 tahun.
Dengan kekuatan pukulan hook dan uppercut kiri, Elly berhasil mencengangkan dunia. Lewat dua senjata andalannya tersebut, Elly berhasil menjadi yang terbaik di dunia dalam perebutan juara IBF kelas bantam junior tahun 1985. Petinju tangguh Korea Selatan, Ju-do Chun, jadi korban keganasan Elly saat itu.
Padahal, Ju-do Chun saat itu datang dan sempat bilang, "Elly Pical adalah anak kecil buat saya." Tapi, ternyata justru sebaliknya, pukulan Elly membulan-bulani jagoan Negeri Ginseng ini. Ju-do Chun pun terkapar di ronde 8.
Sah lah sabuk juara dunia Kelas Bantam versi IBF melingkar di pinggang Elly. Pria 25 tahun itu juga mencatatkan tinta emas dan mencetak sejarah sebagai juara dunia tinju pertama dari Indonesia.
Elly kemudian berhasil mempertahankan gelarnya kala menundukkan petinju Australia, Wayne Mulholland di tahun yang sama. Sempat kalah dari petinju asal Republik Dominika, Cesar Polanco, Elly mampu membuktikan kapasitasnya sebagai petarung sejati.
Dalam pertemuan ulang di Jakarta pada 1986, Elly berhasil merobohkan Polanco dengan kemenangan KO.
Pada 1987, Elly kembali menelan kekalahan setelah dirobohkan petinju tangguh asal Thailand, Khaosai Galaxy, dalam pertarungan unifikasi. Jagoan Thailand itu adalah juara dunia Kelas Bantam WBA.
Padahal, sebelumnya ia mampu mempertahankan gelarnya kala mengalahkan petinju Korea Selatan lainnya, Dong-Chun Lee.
Sumber :
Halaman Selanjutnya
Sempat mengalami depresi akibat kekalahannya dari Galaxy, Elly tak menyerah. Ia kembali merebut gelar yang pernah terikat di pinggangnya, kala mengalahkan kembali petinju Korea Selatan, yang juga berstatus juara bertahan, Tae-Ill Chang.Kemunduran kariernya dimulai usai ia kalah dari petinju Kolombia, Juan Polo Perez, pada 1989. Dalam pertarungan yang digelar di Virginia, Amerika Serikat, itu, Elly harus rela menyerahkan gelarnya kepada petinju Kolombia tersebut.
Baca Juga
Topik Terkait
Jangan Lewatkan
Damian van Dijk Beri Kode Keras soal Naturalisasi Timnas Indonesia usai Dikabarkan Masuk Radar John Herdman
Bola
beberapa detik lalu
Damian van Dijk beri kode lewat emoji senyum di tengah rumor masuk radar John Herdman. Bek berdarah Bogor mengaku pernah dihubungi PSSI soal Timnas Indonesia.
Mantan Anggota Kopassus Jadi Korban Pembacokan di Cakung, Penyebabnya Cekcok Masalah Renovasi Rumah
Nasional
2 menit lalu
Seorang pria yang merupakan mantan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Muhammad Fahrul (48), menjadi korban pembacokan di kawasan Perumahan Jakarta Garden City
Moeldoko mendorong pemerintah memberikan insentif kendaraan komersial listrik untuk menekan emisi CO2 dan biaya logistik, sekaligus mempercepat elektrifikasi sektor trans
Punya Darah Jawa dan Bela Hong Kong, Adik Mitchell Baker Putuskan Gabung Timnas Indonesia?
Bola
10 menit lalu
Nama Joshua Baker menjadi sorotan setelah foto-fotonya bersama Timnas Indonesia U-20 beredar di media sosial. Kehadiran gelandang serang berusia 17 tahun itu memunculkan
Bicara di Harvard, JK Ingatkan soal Perang Dunia hingga Korupsi yang Menekan Ekonomi Indonesia: Uang Saja Tidak Cukup!
Nasional
12 menit lalu
Di Harvard, JK menegaskan dinamika geopolitik tidak hanya menentukan arah hubungan antarnegara, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.
Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan pada Kamis waktu setempat bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan drone dan rudal balistik houthi
Terpopuler
Terpopuler: Ancelotti Kritik Calvin Verdonk, Ranking AFC Indonesia usai Borneo FC Masuk 8 Besar
Bola
23 Okt 2026
Terpopuler VIVA Bola Kamis (22/10/2026): Lille kalah dari Galatasaray, Calvin Verdonk disorot, Como bantai MU, Borneo FC lolos 8 besar, dan solidaritas klub Eropa.
Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Mitchell Baker Dapat Penghormatan Spesial di Amerika
Bola
23 Okt 2026
Prestasi Mitchell Baker bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 mendapat apresiasi istimewa dari kampusnya, Georgetown University. Kampus yang berkompetisi di NCA
Usulan Mardani: Yang Terlibat Verifikasi Pencalonan Gibran Tak Diikutsertakan Seleksi KPU
Nasional
23 Okt 2026
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera memberi usul, agar pihak yang terlibat dalam verifikasi pencalonan Gibran Rakabuming
Bayan Resources buka suara soal transaksi saham dengan Jhonlin Baratama milik Haji Isam dan menegaskan belum menerima informasi perubahan pengendalian.
Geger Penembakan di Deli Serdang! Korban Tewas, Pelaku Malah Kecelakaan Saat Kabur
Nasional
23 Okt 2026
Polda Sumut mengungkap kasus dugaan penembakan menggunakan senjata api yang menewaskan seorang pria berinisial D di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.
Selengkapnya
Partner
Dies Natalis ke-41, Rektor Universitas Mercu Buana Ajak Sivitas Akademika Perkuat Tiga Komitmen
Mindset
16 menit lalu
Rektor Universitas Mercu Buana (UMB) mengajak seluruh sivitas akademika memperkuat tiga komitmen, yakni meningkatkan mutu, menghargai manusia, dan menghasilkan dampak nya
Galakkan Konsep Green Policing, Kapolres Lampung Selatan Pimpin Langsung Penanaman Mangrove di Pantai Merak Belantung
Lampung
19 menit lalu
Komitmen jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lampung Selatan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup kembali dibuktikan lewat aksi nyata di lapangan. Kapolres Lampung Se
Kang Sung-hyung mengakui Hyundai Hillstate butuh waktu menyatukan Megawati Hangestri dan Kim Da-in usai gagal di KOVO Cup 2026. Chemistry menjadi fokus jelang V-League
Capaian Signifikan Sektor Kesehatan: Seluruh 40 Puskesmas di Subang Terakreditasi, Mayoritas Raih Predikat Paripurna
Purwasuka
27 menit lalu
Dinkes Subang memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama harus kantongi akreditasi resmi. Dari 40 puskesmas, mayoritas meraih predikat tinggi.
Selengkapnya
Isu Terkini