SOROT 365

Nasibnya, Sepahit Kopi

Kopi Aceh Sorot
Sumber :
  • ANTARA/Septianda Perdana

Tak hanya dia, banyak petani Kopi Gayo yang miskin. Menurut dia, hal itu terjadi salah satunya karena petani tak bisa mengelola keuangan guna membiayai pertanian. Banyak petani yang mengandalkan uang pribadi untuk mengolah kebun kopi. Mereka tak mau meminjam ke bank.

img_title Mendunia dengan Kopi

“Mereka meminjam uang kepada pembeli kopi. Sehingga luasan usahanya tidak berkembang, karena mereka gali lobang tutup lubang,” ujar Sarhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, para petani kopi di dataran tinggi Gayo masih banyak yang menggantungkan kehidupan kepada para tengkulak atau tauke yang nyaris ada di setiap kampung. Ketergantungan para petani kopi terhadap tauke di daerah berhawa sejuk ini tergolong tinggi, mengingat kopi bukan tanaman yang hasilnya bisa dipanen setiap bulan.

img_title Purbaya Jamin Dana Buat Pembayaran Utang Whoosh Tersedia, Simak Penjelasannya

Penghasilan petani tidak tetap, sehingga mereka terpaksa meminjam uang kepada tauke untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Para petani ini akan membayarnya dengan biji kopi merah yang baru saja dipanen.

Kopi Aceh Sorot

img_title Ekspansi Hotel dan Layanan Hospitality di Bali Selatan Masih Prospektif dan Terus Berkembang

Penghasilan petani tidak tetap, sehingga mereka terpaksa meminjam uang kepada tauke untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Foto: ANTARA/Zulkarnain

Membantah

Tauke membantah tudingan sebagai pihak yang dianggap menyebabkan petani kopi terus dijerat kemiskinan. Salah satu tauke, Ruslan (40) mengatakan, nasib tauke juga tak jauh berbeda dengan para petani.

Menurut dia, tauke juga ikut merasakan dampak harga kopi yang tak stabil. Tak sedikit tauke yang menutup usahanya dan gulung tikar karena didera kerugian. Selain itu, persoalan lain yang dihadapi para pengepul kopi ini adalah semakin menjamurnya para pemain baru.

"Sekarang siapa yang banyak duit yang diincar para petani," ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 7 Oktober 2015.

Menurut dia, tak semua petani menjual kopi merah kepada para tauke. Pasalnya, koperasi yang bergerak di bidang ekspor kopi sudah kian menjamur, sehingga sebagian petani memilih menjual langsung ke koperasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau menjual kepada kami, atau kepada koperasi tidak untung dan tidak rugi, sama saja, jual ke koperasi untung, jual kepada kami para tauke juga untung.”

Hal senada disampaikan Sekretaris Eksekutif Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Miftakhul Kirom. Ia membantah jika petani kopi miskin karena permainan harga para pedagang. Karena, saat ini perdagangan kopi sangat terbuka. Bisnis kopi secara umum mengacu kepada harga terminal, arabica di AS, dan robusta di London.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut