SOROT 368

Buah Lokal, 'Raja' Tanpa Tahta

petani jeruk siap panen
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dyah Pitaloka

Sulitnya Pemasaran

img_title Ketergantungan Buah Impor Harus Dikurangi

Selain persoalan budidaya, susahnya pemasaran juga diakui oleh sebagian petani buah. Petani dan penjual apel Batu misalnya. Kualitas yang sering kalah dengan buah apel lokal lain, memaksa penjual apel Batu harus pandai melihat celah pasar.

Apalagi, informasi harga jual buah di pasaran luar negeri tak pernah petani dapatkan. Praktis, tak ada motivasi lebih untuk meraup lebih banyak rupiah dari pasar luar negeri.

“Kami tidak tahu harga jual buah ketika diekspor. Mungkin ada pedagang di Jakarta yang kemudian mengekspor apel ke luar negeri. Tapi, sampai saat ini, petani di sini belum bisa mengekspor langsung,” kata Sasmita, pedagang apel Batu.

Sementara itu, petani durian Medan, Ginting, juga berharap agar kebijakan pengetatan buah impor ini diikuti oleh kebijakan lainnya yang berpihak kepada petani. "Contohnya ada kebijakan subsidi buah, dalam arti pemerintah memberikan subsidi, jika buah tersebut melimpah di pasaran," tuturnya.

Dengan kebijakan ini, menurut Ginting, petani akan mampu berbuat lebih baik untuk peningkatan kualitas. "Saya yakin, di negara-negara lain, pemerintahnya mendukung petani untuk meningkatkan kualitas buah," katanya.

Ginting menilai, jika pemerintah terus mengeluarkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani buah, di masa mendatang Indonesia akan menjadi negara pengekspor buah.

"Langkah ini sudah sangat tepat. Tinggal bagaimana petani dengan dukungan pemerintah meningkatkan kualitas. Yakinlah kita mampu menjadi negara pengekspor buah," ujarnya.

Ginting yakin, dalam beberapa tahun ke depan, masyarakat akan lebih memilih buah petani lokal. "Kuncinya, kembali ke kualiats buah itu. Jika buah lokal lebih baik, ngapain takut dengan buah impor," katanya.

Segarnya apel Batu dan manisnya durian Medan serta jeruk Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, telah kondang hingga ke luar Jawa. Rasanya pun diakui masyarakat setempat jauh lebih manis dari buah impor.

Meskipun, pujian itu tak sempat dibuktikan sendiri, lantaran "raja lokal" tak pernah beranjak merasakan pasar bebas di luar Indonesia, akibat berbagai kendala.
 
“Kami tak tahu harus memulai dari mana, tak ada koneksi untuk jualan ke luar negeri,” kata Suwaji, petani jeruk di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kota Batu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut