Sumber :
- VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
Melalui berbagai kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Ahok berusaha agar Metro Mini bisa tetap beroperasi.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pun seolah tak bisa berkata-kata saat mengetahui 18 orang menjadi korban dalam kecelakaan Metro Mini pada awal Desember itu.
Geram sudah tentu. Tapi, semua itu diluapkannya dengan mengajak keluarga korban untuk menggugat pengusaha Metro Mini maut tersebut.
"Kami sudah ngomong sama Polda dan Dishub, kami ajak korban untuk gugat saja. Jangan kebiasaan enggak digugat, karena kecelakaan angkutan umum enggak ada di KUHAP, kita gugat perdata," kata Ahok.
Langkah mengajak keluarga korban menggugat Metro Mini bagai puncak dari kekesalan yang selama dipendam Ahok. Sikap keras pengusaha Metro Mini terkait rencana penggabungan moda transportasi itu dengan PT TransJakarta, yang melandasinya.
"Dari bulan Juni saya sudah tawarkan kepada mereka. Cuma karena masalahnya ini (Metro Mini) kan pemiliknya ada yang perorangan, kami enggak ketemu pemiliknya siapa. Perusahaannya juga ngotot. Saya tawarkan waktu itu, pemilik Metro Mini perorangan pun tidak akan dirugikan. Anda gabung dengan TransJakarta, kami bayar dengan sistem rupiah per kilometer," ujar Basuki.
Ahok bukan tidak mau memikirkan nasib Metro Mini. Melalui berbagai kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Ahok berusaha agar Metro Mini bisa tetap beroperasi.
Namun, pengoperasiannya lebih terarah dan teratur. Bahkan, juga dapat menghasilkan nilai tambah bagi pemilik dan juga pengemudinya.
"Semua orang itu tahu, Metro Mini jelek, suka ngetem karena harus kejar setoran. Enggak ada SPM (Standar Pelayanan Minimum), suka ngebut, sopir ada yang enggak punya SIM, sering pakai sopir tembak," kata Ahok.
Dengan penggabungan moda transportasi, Ahok ingin nantinya Metro Mini bisa jadi feeder bagi bus TransJakarta.
"Masyarakat bisa beralih. Kalau ada bus yang trayeknya sama, di situ ada Metro Mini, Kopaja, dan Metro Mini yang sudah gabung TransJakarta, mana yang dipilih? Pasti naik yang sudah gabung dengan TransJakarta," tutur Ahok.
Apalagi, jika TransJakarta bisa menyediakan bus dalam jumlah banyak. "Kalian pilih bus kami yang hanya bayar Rp3.500 ke seluruh Jakarta, atau naik Rp7.000 dengan Metro Mini?" tanya Ahok.
Halaman Selanjutnya